Rabu, 11 November 2020

 

Part - 5 Arti Penting Analisis Laporan Keuangan

 

Bab ini menjelaskan Analisis terhadap laporan keuangan suatu bisnis guna mengetahui tingkat keuntungan, tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Analisis laporan keuangan merupakan proses untuk mempelajari data-data keuangan agar dapat dipahami dengan mudah untuk mengetahui posisi keuangan, hasil operasi dan perkembangan suatu perusahaan.  Analisis ini dilakukan dengan cara mempelajari hubungan data keuangan serta trend kecenderungannya terdapat dalam suatu laporan keuangan, sehingga analisis laporankeuangan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1.    Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier.

2.    Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.

3.    Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.

4.    Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.

5.    Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja

 

 

 

 

 

Konsep & Aplikasi Modul Keuangan

Area Modul Laporan Keuangan dapat dilihat dari delapan Area Modul yang saling berhubungan dari model spreadsheet seperti yang ditunjukkan pada diagram di bawah ini. Area Modul keuangan ini dapat digunakan untuk mengembangkan "model keuangan seluruh bisnis".

Area Modul Laporan Keuangan

Gambar di atas menunjukkan bahwa masing – masing area saling berhubungan satu sama lain yang membentuk siklus analisis laporan keuangan. Area analisis Laporan Keuangan terdiri dari tiga Tipe laporan keuangan, yang mewakili masing-masing dari tiga laporan keuangan. Setiap laporan keuangan ini memiliki tujuan untuk meringkas komponen yang berbeda dari posisi keuangan entitas. Tiga Jenis analisis yang berbeda dalam Analisis Laporan Keuangan adalah:

1. Laporan Laba rugi;

2. Neraca; dan

3. Laporan Arus Kas.

Penting untuk memahami tujuan dari masing-masing dari ketiga Jenis Analisisis Laporan Keuangan ini, dan fungsi yang dapat dimasukkan di dalamnya untuk memenuhi persyaratan pengguna model. Penting juga untuk memahami bagaimana mereka dapat saling terkait dengan modul dari Area Analisisis lainnya, untuk akhirnya membuat komponen yang diperlukan dari model spreadsheet.

Tiga Jenis Analisis Laporan Keuangan dalam Area Modul Laporan Keuangan didefinisikan sebagai berikut :

 

 

Tipe Analisis Laporan keuangan

Alat Analisis

1. Laporan Laba rugi;

 

Alat analisis yang dapat digunakan untuk menilai laporan aba rugi diantaranya :

-       Analisis Vertikal

-       Analisis horizontal

-       Analisis Du Pont

-       Analisis Profitabilitas

2. Neraca

 

Alat analisis yang dapat digunakan untuk menilai laporan neraca diantaranya :

-       Analisis Vertikal

-       Analisis horizontal

-       Analisis Kebangkrutan

-       Analisis Likuiditas dan Solvabilitas

3. Laporan Arus Kas

Alat analisis yang dapat digunakan untuk menilai laporan neraca diantaranya :

-       Analisis Vertikal

-       Analisis horizontal

-       Analisis Investasi

-       Analisis Arus Kas

 

Oleh karena itu, komponen – komponen laporan keuangan sangat berguna bagi seorang analis keuangan yang baik untuk mengambil keputusan, menilai kinerja keuangan yang umum digunakan, dan menentukan pendekatan optimal untuk pemodelan keuangan dan bisnis dari berbagai skenario dan situasi. Selain analisis terhadap laporan keuangan, penting juga dilakukan analisis yang berdampak terhadap lapran keuangan perusahaan diantaranya adalah :

(a) Model Keuangan Makroekonomi

Model-model tersebut biasanya berbasis analisis ekonometri, yang dibangun oleh departemen pemerintah, universitas atau perusahaan konsultan ekonomi, dan digunakan untuk meramalkan ekonomi suatu negara. Model makroekonomi digunakan untuk menganalisis efek serupa dari keputusan kebijakan pemerintah pada variabel seperti kurs mata uang asing, suku bunga, pendapatan sekali pakai dan produk nasional bruto (GNP). Kesuma faktor ini penting dianalisis yang berdampak pada laporan keuangan perusahaan, baik dalam analisis kebijakan operasional perusahaan maupun kebijakan keuangan perusahaan.

(b) Model Keuangan Industri

Model industri biasanya model berbasis ekonometrik dari industri tertentu atau sektor ekonomi. Model industri sering mirip dengan model ekonomi makro, dan biasanya digunakan oleh asosiasi industri atau analis riset industri untuk meramalkan indikator kinerja utama dalam industri yang bersangkutan. Penilaian terhadap kinerja rata – rata indusri penting untuk dianalisis sebagai model perbandingan dengan kinerja perusahaan itu sendiri.

(c) Model Keuangan Perusahaan

Model keuangan perusahaan dibangun untuk memodelkan operasi total perusahaan, dan sering dianggap penting dalam perencanaan strategis operasi bisnis di perusahaan besar dan perusahaan startup. Hampir semua model keuangan perusahaan dibangun di Excel, meskipun perangkat lunak pemodelan keuangan khusus semakin banyak digunakan terutama di perusahaan besar untuk memastikan standardisasi dan akurasi berbagai model keuangan. Penggunaan perangkat SPSS, Eviews, Smart-PLS juga sering digunakan sebagai peramalan keuangan berbagai model dalam menentukan kebijakan.

Sekarang setelah kita melihat konteks model keuangan dari perspektif analisis ekonomi dan keuangan, mari kita sekarang memeriksa model keuangan khusus dari perspektif membangun model keuangan. Model keuangan umumnya dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kategori:

• Model Keuangan Deterministik

• Model Keuangan Berdasarkan Simulasi

• Model Keuangan Khusus

(a) Model Keuangan Deterministik

Dalam model deterministik, seorang analis keuangan memasukkan satu set data input ke dalam spreadsheet, memprogram spreadsheet untuk melakukan serangkaian perhitungan matematis, dan menampilkan hasil keluaran. Model Deterministik menghasilkan output yang sama setiap kali Anda menghitung. Sebagian besar model keuangan deterministik dibangun dengan melakukan analisis pada data historis untuk memperoleh hubungan antara variabel perkiraan utama. Dalam konteks perusahaan, hubungan akuntansi historis sering digunakan untuk meramalkan pendapatan utama dan variabel biaya.

Sebagian besar model deterministik menggunakan satu atau dua tabel analisis sensitivitas dimensi yang dibangun ke dalam model untuk menganalisis pertanyaan risiko dan ketidakpastian dalam hasil keluaran model. Setiap tabel analisis sensitivitas memungkinkan seorang analis keuangan untuk melakukan analisis "bagaimana jika" pada 1 atau 2 variabel pada suatu waktu. Keuntungan dari tabel sensitivitas adalah kesederhanaan dan kemudahan integrasi ke dalam model keuangan deterministik yang sudah ada yang telah dibangun. Tabel analisis sensitivitas ganda dapat dikombinasikan dalam skenario manager. Manajer skenario berguna ketika ada interdependensi antara variabel yang berubah, seperti analis keuangan dapat mengkonfigurasi dan mengubah beberapa variabel dalam setiap skenario kebijakan.

Dalam skenario tertentu, analisis regresi berganda digunakan untuk menentukan hubungan matematis antara beberapa variabel dalam model keuangan deterministik, dan analisis tersebut disebut analisis ekonometrik. Model deterministik mungkin merupakan tipe paling umum dari model keuangan yang digunakan dalam bisnis dan keuangan saat ini. Sebagian besar model peramalan keuangan yang digunakan untuk manajemen pendapatan, manajemen biaya dan pembiayaan proyek adalah model keuangan berdasarkan deterministik.

(b) Model Keuangan Berdasarkan Simulasi

Sementara model keuangan deterministik biasanya terstruktur sedemikian rupa sehingga estimasi titik tunggal digunakan untuk setiap variabel input, model keuangan berdasarkan simulasi bekerja dengan memasukkan distribusi kemungkinan input kunci yang didefinisikan oleh variabel. Model simulasi menggunakan berbagai variabel ini untuk menghitung ulang persamaan matematika yang ditentukan dalam model keuangan melalui beberapa permodelan. Hasil analisis akan menghasilkan distribusi kemungkinan, oleh karena itu memberikan indikasi kisaran hasil yang diharapkan daripada satu perkiraan titik di mana risiko merupakan faktor dominan dalam skenario pemodelan keuangan yang sedang dianalisis, estimasi yang dapat dipercaya atas kisaran hasil yang mungkin sering lebih berguna daripada perkiraan titik tunggal. Model keuangan berbasis simulasi memungkinkan seorang analis keuangan untuk memodelkan pertanyaan risiko dan ketidakpastian menggunakan tingkat perincian yang lebih tinggi.

(c) Model Keuangan Khusus

Model keuangan khusus memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan perhitungan canggih yang dibangun untuk mengatasi masalah bisnis atau perhitungan keuangan tertentu. Model manajemen biaya, model analisis kontribusi marjinal dan model penentuan harga opsi adalah contoh model keuangan khusus.

 

Jenis Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan yang utama terdiri dari laporan laba rugi, Neraca, dan Arus Kas. Informasi yang disajikan dalam bentuk persantase maupun rasio memungkinkan pengguna untuk menyaksikan perubahan di masing-masing laporan keuangan. Analisis laporan keuangan mendukung manajemen dalam membuat keputusan bisnis yang penting. Analisis ini melibatkan kuantifikasi potensi dampak keputusan pada laporan untung dan rugi, posisi keuangan dan laporan arus kas.

Secara umum terdapat beberapa analisis laporan keuangan diantaranya adalah :

·         Analisis Horizontal (Analisis Trend)

·         Analisis Vertikal (Common Size)

·         Analisis Rasio

·         Analisis Du Pont

·         Analisis Nilai Tamabah

Analisis Horizontal (Analisis Trend)

Analisis Horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya. Dalam melakukan analisis horisontal, sutau akun laporan keuangan tahun berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode sebelumnya. Dari hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari periode satu ke periode yang lain.

Fungsi

-       Analisis yang membandingkan suatu pos dalam suatu laporan keuangan dengan pos yang sama tapi periodenya berbeda.

-       Analisis horisontal dalam jangka panjang akan membentuk analisis tren.

-       Dalam analisis horisontal harus memperhatikan kondisi perekonomian yang terjadi pada tahun analisis tersebut dilakukan

-       Digunakan untuk mengevaluasi pola perkembangan (trend) akun laporan keuangan dalam beberapa periode akuntansi.

-       Dilakukan dengan melihat perubahannya dari satu periode dengan periode sebelumnya baik untuk Neraca maupun Laba Rugi.

-       Perubahan tersebut dapat dinyatakan dalam nilai atau dinyatakan dalam %.

-       Dengan melihat % perubahan maka dapat dilihat bagaimana trend perubahan dari tahun ke tahun

Dalam membandingkan laporan dari dua periode yang berbeda, laporan keuangan yang lebih awal selalu dijadikan dasar perhitungan untuk analisis horisontal.Sebagai contoh, berikut ini ditunjukkan analisis horisontal atas laporan keuangan PT. X yang memperlihatkan trend yang baik maupun yang buruk yang mempengaruhi laporan laba rugi perusahaan.

Pada analisis horisontal di atas, kenaikan pendapatan penjualan adalah trend yang baik, demikian pula penurunan beban perlengkapan. Trend yang buruk adalah peningkatan beban upah, beban utilitas, dan beban rupa-rupa. Beban ini meningkat lebih cepat dibanding
pendapatan penjualan, dengan total beban operasi yang meningkat sebesar 30,6%. Secara keseluruhan, laba bersih meningkat sebesar Rp 15.800.000,- atau 19,9%, yaitu kecenderungan atau trend yang menunujukkan peningkatan dari trend sebelumnya. Besarnya peningkatan (penurunan) dari berbagai akun laporan keuangan dan penyebabnya harus ditelusuri (tracing) lebih jauh untuk mengetahui apakah operasi perusahaan masih dapat ditingkatkan efisiensinya. Contoh, salah satunya pada peningkatan beban utilitas adalah akibat dari penambahan kapasitas produksi dari sebelumnya sehingga membutuhkan beban listrik yang lebih besar. Hal ini menjelaskan peningkatan beban utilitas sebesar 38,9% dan peningkatan beban upah sebesar 33,3% akibat adanya penambahan karyawan. Demikian pula dengan meningkatnya pendapatan, peningkatan pendapatan ini berasal dari hasil penambahan penjualan yang terjadi pada periode berjalan. Jadi, keputusan untuk menambah karyawan merupakan keputusan yang sangat tepat.

Contoh di atas memberikan gambaran mengenai kegunaan analisis horisontal (horizontal analysis) dalam menginterpretasikan dan menganalisis laporan keuangan. Analisis horisontal yang diperlihatkan di atas juga dapat digunakan untuk analisis pada laporan neraca, laporan ekuitas pemilik, dan laporan arus kas.

 

Analisis Vertikal (Common Size)

Analisis common-size ialah analisis yang disusun dengan menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi dari total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untuk neraca). Menganalisis tiap-tiap rekening dalam laporan Laba-Rugi dan Neraca menjadi proporsi dari total penjualan atau dari total aktiva. Laporan keuangan dalam persentase per-komponen (Common-size statement) menyatakan masing-masing posnya dalam satuan persen atas dasar total kelompoknya, cara penyusunan laporan keuangan ini disebut teknik analisis common-size dan termasuk metode analisis vertikal. Suatu neraca yang disusun dalam persentase per-komponen (Common-size statement) dapat memberikan informasi sebagai berikut: 

1.     Komposisi investasi (aktiva) suatu perusahaan dapat memberikan gambaran tentang posisi relatif aktiva lancar terhadap aktiva tak lancar. 

2.     Struktur modal (komposisi pasiva), yang dapat memberikan gambaran mengenai posisi relatif utang perusahaan terhadap modal sendiri.

Apabila Neraca dalam persentase per-komponen disusun secara komparatif (misalnya dua tahun berturut-turut), dapat memberikan informasi mengenaiperubahan komposisi, baik komposisi investasi maupun struktur modal. Laporan laba-rugi yang disusun dalam persentase per-komponen (Common-size percentage) dapat menggambarkan distribusi/alokasi setiap Rp 1,00 penjualan kepada masing-masing elemen biaya dan laba. Apabila disusun secara komparatif, dapat menggambarkan perubahan distribusi tersebut.

Contoh Analisis Common-Size:

Cara perhitungan persentase per-komponen adalah: Pos-pos di dalam laba rugi yaitu pendapatan dinyatakan sebesar 100%, sedangkan masing-masing pos yang termasuk pada masing-masing kategori dinyatakan dalam persentase masing – masing komponen.

Contoh :

% Beban Upah            = (Beban Upah/Pendapatan) x 100%

= (Rp 60.000/Rp 187.500) x 100%

= 32%

 

Yang lainnya dihitung dengan cara yang sama.

Tabel di atas menunjukkan tren yang baik maupun tren yang kurang baik yang mempengaruhi laporan laba-rugi PT. Jasa Akuntansi. Peningkatan beban upah sebesar 2%(32%  – 30%) adalah tren yang kurang baik, seperti halnya kenaikan beban utilitas sebesar0,7% (6,7%  –6,0%). Tren yang baik adalah menurunnya beban perlengkapan sebesar 0,6% (2,0%  – 1,4%. Beban sewa dan beban rupa-rupa sebagai persen dari pendapatan jasa akuntansi adalah konstan. Hasil bersih dari tren ini adalah bahwa laba bersih sebagai persendari pendapatan jasa akuntansi turun dari 52,8% menjadi 50,7%.

Analisis keuangan commen size (vertikal) yang akan dilakukan terhadap berbagai persentase rasioyang diperlihatkan untuk PT. Jasa Akuntansi, dapat diperkuat dengan membandingkannya terhadap rata-rata industri yang diterbitkan oleh asosiasi dagang dan jasainformasi keuangan. Setiap perbedaan besar dengan rata-rata industri harus ditelusuri untuk kemajuan perusahaan kedepan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar