
Part -4
1.
Membeli atau Membuat Sendiri suatu
Produk
Proses pengambilan keputusan terhadap alternatif membeli atau
membuat sendiri suatu produk, dengan
pertimbangan:
§ Terdapat kapasitas yang masih
nganggur
§ Memiliki kemampuan untuk membuat
produk sendiri
§ Biaya tetap masih belum terserap
secara penuh
§ Ada tawaran produk yang sama di pasar

Contoh 1:
Perusahaan
ingin membuat suku cadang sesuai kebutu
han sebanyak
100.000 unit, harga yang ditawarkan oleh
pasar
sebesar Rp 250/unit. Data biaya produksi
Sbb:
|
Keterangan |
Tarif |
Total
Biaya |
|
|
|
|
|
Komponen Biaya: |
|
|
|
§ Bahan baku |
50 |
5.000.000 |
|
§ Tenaga
kerja (v) |
100 |
10.000.000 |
|
§ Biaya
overhead pabrik (v) |
30 |
3.000.000 |
|
§ Biaya
overhead (tetap) dihindari |
40 |
4.000.000 |
|
§ Biaya
overhead (tetap) bersama |
50 |
5.000.000 |
|
|
|
|
|
Total Biaya Produksi |
270 |
27.000.000 |
INFORMASI AKUNTANSI UNTUK KEPUTUSAN
|
Keterangan |
Tarif |
Total
Biaya |
|
|
|
|
|
Komponen Biaya: |
|
|
|
§ Bahan baku |
50 |
5.000.000 |
|
§ Tenaga
kerja (v) |
100 |
10.000.000 |
|
§ Biaya
overhead pabrik (v) |
30 |
3.000.000 |
|
§ Biaya
overhead (tetap) dihindari |
40 |
4.000.000 |
|
|
|
|
|
Total Biaya Produksi |
220 |
22.000.000 |
|
Harga jika membeli produk |
250 |
25.000.000 |
|
Selisih Biaya yang terjadi |
30 |
3.000.000 |
Jika membeli produk,
maka terdapat biaya overhead tetap bersama yang tidak dapat dihindarkan,
sehingga terdapat selisih biaya sebesar Rp 30 per unit (Rp 3.000.000) sebagai
kerugian (beban lebih tinggi).

Contoh 2:
Perusahaan ingin membuat suku cadang sesuai kebutuhan sebanyak 100.000 unit,
harga yang ditawarkan oleh pasar sebesar Rp 350/unit. Data
biaya produksi Sbb:
|
Keterangan |
Tarif |
Total
Biaya |
|
|
|
|
|
Komponen Biaya: |
|
|
|
§ Bahan baku |
50 |
5.000.000 |
|
§ Tenaga
kerja (v) |
100 |
10.000.000 |
|
§ Biaya
overhead pabrik (v) |
30 |
3.000.000 |
|
§ Biaya
overhead (tetap) dihindari |
90 |
9.000.000 |
|
|
|
|
|
Total Biaya Produksi |
270 |
27.000.000 |

INFORMASI AKUNTANSI UNTUK KEPUTUSAN
|
Keterangan |
Tarif |
Total
Biaya |
|
|
|
|
|
Manfaat: |
|
|
|
§ Harga beli |
350 |
35.000.000 |
|
|
|
|
|
Pengorbanan: |
|
|
|
§ Taksiran
biaya produksi |
270 |
27.000.000 |
|
|
|
|
|
Penghematan Biaya yang terjadi |
120 |
12.000.000 |
Jika suku cadang dibuat sendiri, akan terjadi
penghematan sebesar
Rp 12.000.000 setiap tahun.

Bagaimana jika membuat sendiri produk diperlukan suatu investasi sebesar Rp 25.000.000 dgn taksiran
ekonomis 3 tahun, serta tingkat
pengembalian investasi (ROI) sebesar 20%
INFORMASI AKUNTANSI UNTUK KEPUTUSAN
|
Keterangan |
Tahun
1 |
Tahun
2 |
Tahun
3 |
|
|
|
|
|
|
Penghematan biaya |
12.000.000 |
12.000.000 |
12.000.000 |
|
|
|
|
|
|
Discount
factor : 20% |
0,833 |
0,694 |
0,579 |
|
|
|
|
|
|
Present
value |
9.996.000 |
8.328.000 |
6.948.000 |


![]()

Nilai tunai penghematan
selama umur ekonomis Rp 25.272.000 lebih besar dibanding dgn investasinya Rp
25.000.000. Kesimpulan: Memproduksi sendiri dibenarkan

Contoh 3:
Perusahaan ingin membuat suku cadang sesuai kebutuhan sebanyak 100.000 unit, harga
yang ditawarkan oleh pasar sebesar Rp 475/unit. Data biaya produksi Sbb:
|
Keterangan |
Tarif |
Total
Biaya |
|
§ Bahan baku |
50 |
5.000.000 |
|
§ Tenaga
kerja (v) |
200 |
20.000.000 |
|
§ Biaya
overhead pabrik (v) |
80 |
8.000.000 |
|
§ Biaya
tetap langsung: |
|
|
|
Biaya supervisi |
50 |
5.000.000 |
|
Biaya sewa ekuipmen |
70 |
7.000.000 |
|
§ Biaya
tetap tidak langsung |
300 |
30.000.000 |
|
|
|
|
|
Total Biaya Produksi |
750 |
75.000.000 |
INFORMASI AKUNTANSI UNTUK KEPUTUSAN

|
Keterangan |
Membuat |
Membeli |
|
§ Bahan baku |
5.000.000 |
- |
|
§ Tenaga
kerja (v) |
20.000.000 |
- |
|
§ Biaya
overhead pabrik (v) |
8.000.000 |
- |
|
§ Biaya
tetap langsung: |
|
|
|
Biaya supervisi |
5.000.000 |
- |
|
Biaya sewa ekuipmen |
7.000.000 |
- |
|
§ Biaya
Membeli |
- |
47.500.000 |
|
|
|
|
|
Biaya Differensial |
45.000.000 |
47.500.000 |
Kesimpulan: Membeli
tidak menguntungkan
2.
Menjual atau Memproses
lebih lanjut suatu Produk
Proses pengambilan keputusan terhadap
alternatif menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk, dengan pertimbangan:
§ Ada pendapatan differensial dan biaya
differensial
§ Memiliki kemampuan untuk memproses
lebih lanjut
§ Ada peluang pasar yang lebih baik
atas produk yg dibuat

Contoh 1:
Informasi biaya differensial produk “A”
|
Keterangan |
Tarif |
Total
Biaya |
|
§ Bahan baku |
2.000 |
20.000.000 |
|
§ Tenaga
kerja (v) |
1.000 |
10.000.000 |
|
§ Biaya
overhead pabrik (v) |
1.500 |
15.000.000 |
|
§ Biaya
overhead pabrik (T) |
1.300 |
13.000.000 |
|
§ Biaya
administrasi & umum (T) |
500 |
5.000.000 |
|
§ Biaya
pemasaran (T) |
750 |
7.500.000 |
|
|
|
|
|
Total Biaya Penuh Produk “A” |
7.050 |
70.500.000 |

Data tambahan
saat ini:
§ Unit yang
terjual 10.000, dgn harga Rp 10.000/unit
§ Total kos
yang diperhitungkan Rp 70.500.000
§ Laba bersih
yang diperhitungkan Rp 29.500.000
§ Diproses
menjadi Produk “A-1” tidak memerlukan investasi baru,
tambahan
biaya Rp 5.000/umit dgn harga jual baru Rp 18.500
INFORMASI
AKUNTANSI UNTUK KEPUTUSAN
|
Keterangan |
Jumlah |
|
|
|
|
Pendapatan
Differensial |
|
|
(Rp 18.500 – Rp 10.000) x 10.000 unit |
85.000.000 |
|
|
|
|
Biaya
Differensial |
|
|
(Rp 5.000 x 10.000 unit) |
50.000.000 |
|
|
|
|
Laba
Differensia ( dari produk “A menjadi A-1” |
35.000.000 |
Kesimpulan:
Memproses lebih lanjut lebih menguntungkan

Contoh 2 (lanjutan):
§ Untuk
memproses lebih lanjut produk “A menjadi A-1”diperlukan tambahan investasi Rp
100.000.000 & manfaat ekonomis tiga tahun tingkat return on invesment 20%.
INFORMASI
AKUNTANSI UNTUK KEPUTUSAN
|
Keterangan |
Jumlah |
|
Pendapatan
Differensial |
|
|
(Rp 18.500 – Rp 10.000) x 10.000 unit |
85.000.000 |
|
Biaya
Differensial |
|
|
(Rp 5.000 x 10.000 unit) |
50.000.000 |
|
|
|
|
Laba
Differensia ( dari produk “A menjadi A-1” |
35.000.000 |
INFORMASI
AKUNTANSI UNTUK KEPUTUSAN
|
Keterangan |
Jumlah |
|
|
|
|
Present
Value Laba Differensial: |
|
|
tahun 1 : 0,833 x Rp 35.000.000 |
29.155.000 |
|
tahun 2 : 0,694 x Rp 35.000.000 |
24.290.000 |
|
tahun 3 : 0,579 x Rp 35.000.000 |
20.265.000 |
|
Total nilai tunai laba differensial |
73.710.000 |
|
|
|
|
Tambahan investasi |
100.000.000 |
|
|
|
|
Nilai tunai bersih |
26.290.000 |
Kesimpulan: Memproses
lebih lanjut dgn tambahan investasi sebesar
Rp 100.000.000
tidak menguntungkan, lebih baik dijual
dalam keadaan
saat ini.
3.
Menghentikan atau
Melanjutkan Produk Tertentu
Proses pengambilan keputusan terhadap
alternatif menghentikan atau melanjutkan produk atau kegiatan tertentu dapat
terjadi, jika perusahaan memiliki lini produk, memiliki divisi yang
berpotensial menyumbangkan kerugian, dgn pertimbangan:
§ Pendapatan differensial dan biaya
differensial yang hilang
§ Manfaat biaya terhindar yg diperoleh
Jika
lini produk hendak ditutup, maka harus dipertimbangkan berbagai
kemungkinan
yang terjadi:
§ Kontribusi pendapatan yang dikorbankan
§ Manfaat biaya yang dapat dihindarkan
§ Biaya yang tidak dapat dihindarkan
§ Total manfaat yang diperoleh

Contoh 1:
PT. WIRAYUDA
Laporan Laba-rugi Per Lini Produk
Periode Triwulan I Tahun 2008
|
Keterangan |
Produk
A |
Produk
B |
Produk
C |
|
|
|
|
|
|
Penjualan |
500.000.000 |
250.000.000 |
250.000.000 |
|
Biaya Variabel |
260.000.000 |
105.000.000 |
115.000.000 |
|
|
|
|
|
|
Laba Kontribusi |
240.000.000 |
145.000.000 |
135.000.000 |
|
|
|
|
|
|
Biaya tetap terhindarkan |
120.000.000 |
80.000.000 |
110.000.000 |
|
Biaya tetap tak terhindar |
30.000.000 |
30.000.000 |
30.000.000 |
|
Total biaya tetap |
150.000.000 |
110.000.000 |
140.000.000 |
|
|
|
|
|
|
Laba bersih |
90.000.000 |
35.000.000 |
-
5.000.000 |
120.000.000![]()
![]()
![]()
Total Laba bersih
INFORMASI
AKUNTANSI UNTUK PRODUK “C”

|
Keterangan |
Jumlah |
|
|
|
|
Manfaat Biaya: |
|
|
Biaya variabel |
115.000.000 |
|
Biaya tetap yang terhindarkan |
110.000.000 |
|
Total manfaat |
225.000.000 |
|
|
|
|
Pengorbanan (pendapatan yg hilang) |
250.000.000 |
|
|
|
|
Manfaat bersih |
-
25.000.000 |
Kesimpulan: Produk “C”
tidak perlu dihentikan, karena berpotensi
menambah
kerugian.

Contoh 2 Alternatif:
PT. WIRAYUDA
Laporan Laba-rugi Per Lini Produk
Periode Triwulan I Tahun 2008
|
Keterangan |
Produk
A |
Produk
B |
Produk
C |
|
|
|
|
|
|
Penjualan |
500.000.000 |
250.000.000 |
250.000.000 |
|
Biaya Variabel |
260.000.000 |
105.000.000 |
115.000.000 |
|
|
|
|
|
|
Laba Kontribusi |
240.000.000 |
145.000.000 |
135.000.000 |
|
|
|
|
|
|
Biaya tetap terhindarkan |
120.000.000 |
80.000.000 |
110.000.000 |
|
Biaya tetap tak terhindar* |
41.538.000 |
25.096.000 |
23.366.000 |
|
Total biaya tetap |
161.538.000 |
105.096.000 |
133.366.000 |
|
|
|
|
|
|
Laba bersih |
78.462.000 |
39.904.000 |
1.634.000 |
120.000.000![]()
![]()
![]()
Total Laba bersih
*
Biaya tetap tak terhindar dibebankan atas dasar perbandingan
laba kontribusi
4. Menerima
atau Menolak Pesanan Khusus
Proses pengambilan
keputusan terhadap alternatif menerima atau menolak pesanan khusus, atas dasar
pertimbangan:
§ Adanya
kapasitas nganggur
§ Tidak
merusak harga pasar
§ Penggunaan
pesanan dapat diawasi
§ Berfokus
pada kegiatan sosial dan keagamaan

Contoh 1:
PT. Wirayuda memiliki kapasitas produksi sebesar
200.000 unit, kapa sitas yang telah dimanfaat sebesar 150.000 unit (75%), dgn harga jual
Rp 1.250/unit

Anggaran tahun 2008 untuk
150.000 unit Sbb:
|
Keterangan |
Tarif |
Total
Biaya |
|
|
|
|
|
Biaya Variabel: |
|
|
|
§ Biaya
produksi (v) |
400 |
60.000.000 |
|
§ Biaya
komersial (v) |
120 |
18.000.000 |
|
|
|
|
|
Biaya Tetap: |
|
|
|
§ Biaya
overhead (T) |
300 |
45.000.000 |
|
§ Biaya
komersial (T) |
150 |
22.500.000 |
|
|
|
|
|
Total Biaya Penuh Produk “A” |
970 |
145.500.000 |
*) Terdapat pesanan khusus sebanyak 30.000
unit dengan harga
pesanan Rp 750 per unit
INFORMASI AKUNTANSI UNTUK KEPUTUSAN
|
Keterangan |
Jumlah |
|
|
|
|
Pendapatan Differensial: |
|
|
30.000 unit x Rp 750 |
22.500.000 |
|
|
|
|
Biaya Differensial: |
|
|
Biaya produksi (v) |
12.000.000 |
|
Biaya komersial (v) |
3.600.000 |
|
|
15.600.000 |
|
|
|
|
Laba Differensial |
6.900.000 |
Kesimpulan: Pesanan khusus diterima,
karena memberi kontribusi
margin sebesar Rp
6.900.000 (tambahan laba)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar