Rabu, 11 November 2020

 



Part - 4 Laporan Arus Kas

Pengertian Laporan Arus Kas

 Laporan arus kas yang disajikan sangat berguna bagi para pemakai laporan keuangan yaitu sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menggunakan arus kas tersebut. Laporan arus kas merupakan salah satu dari laporan keuangan pokok dari setiap badan usaha. Di Indonesia perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan Ikatan Akuntansi Indonesia dimana, perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan persyaratan dalam pernyataan ini dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan

Laporan aliran (arus) uang kas kas (cash lfow statement) adalah laporan yang disusun guna menunjukan perubahan bertambah atau berkurangnya uang kas selama suatu periode dan memberikan gambaran sebab-sebab dari perubahan tersebut (Djahidin, 2004).

 

Dari penjelasan mengenai arus kas, dapat diketahui bahwa laporan arus kas memperlihatkan sumber-sumber penerimaan kas dan penggunaan kas dalam satu periode. Arus kas tersebut diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan arus kas suatu perusahaan juga disajikan dengan tujuan untuk menyediakan informasi keuangan bagi pihak yang berkepentingan seperti  manajemen, kreditur dan investor, khususnya informasi mengenai kas perusahaan pada periode tertentu.

 

Arti Penting Arus Kas

Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas atau setara kas serta kepastian perolehannya. Laporan arus kas bila digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan lain akan membantu para pemakai dalam menilai profitabilitas dan solvensi dari kesatuan usaha itu (kemampuan untuk membayar hutang masa berjalan yang jatuh tempo). Sebagai contoh, penerimaan kas dari penerbitan obligasi menunjukan bahwa perusahaan tidak hanya terikat pada pembayaran beban bunga periodik (yang mempengaruhi profitabilitas dan solvensi), tetapi juga penebusan obligasi tersebut pada saat jatuh tempo (yang mempengaruhi solvensi).

Laporan arus kas dimaksudkan untuk memberikan ikhtisar arus masuk dan arus keluar kas untuk suatu periode. Laporan arus kas ini dinyatakan pula dalam Standar Akuntansi Keuangan (2007, par  2.1) yaitu : memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi”.

 

Tujuan dan Manfaat Laporan Arus Kas

Laporan arus kas suatu perusahaan disajikan dengan tujuan untuk menyediakan informasi keuangan bagi pihak yang berkepentingan seperti  manajemen, kreditur dan investor, khususnya informasi mengenai kas perusahaan pada periode tertentu. Informasi kas tersebut berupa arus kas masuk dan arus kas keluar, serta kas bersih atau selisih antara arus kas masuk dan arus kas keluar dalam beberapa aktivitas perusahaan, seperti aktivitas operasional, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Dalam PSAK (2009; 2.1) menyebutkan bahwa tujuan laporan arus kas adalah: “Informasi tentang arus kas suatu perusahaan, berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut”.

Informasi yang disediakan dalam daftar arus kas berkaitan dengan laporan keuangan sehingga dapat membantu para penanam modal, kreditur dalam hal:

1.  Menentukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang positif di masa depan.

2. Menentukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya membayar deviden dan kebutuhan pembelanjaan ekstern. Para pemegang saham tertarik dalam penerimaan deviden atas investasi mereka dalam perusahaan. Kreditur ingin menerima bunga dan pokok pinjaman tepat pada waktunya. Laporan arus kas membantu para investor dan kreditur dalam meramalkan apakah perusahaan mampu melakukan pembayaran untuk keperluan usahanya.

3. Mengetahui alasan perbedaan antara laba bersih dengan penerimaan atau pembayaran kas. Biasanya kas dan laba bersih berjalan bersama-sama. Saldo kas perusahaan dapat menurun pada saat laba bersih meningkat dan kas dapat meningkat pada saat laba bersih menurun.

4. Menentukan pengaruh terhadap posisi keuangan perusahaan, baik transaksi kasnya maupun transaksi investasi non-kas dan transaksi pembiayaan selama periode tertentu.

5. Untuk mengevaluasi kebutuhan manajemen.

Untuk mencapai tujuan tersebut, laporan arus kas harus melaporkan pengaruh kas selama periode tertentu dalam transaksi operasi, transaksi investasi, dan transaksi pembiayaan. Pengungkapan harus dapat menginformasikan dampak dari transaksi-transaksi tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan.

 

Indikator Arus Kas

Indikator pengukuran arus kas masuk maupun arus kas keluar perusahaan didasarkan pada kegiatan aktivitas perusahaan. Seperti yang dinyatakan dalam PSAK (2007, par 2.3), Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas yang terdiri dari :

1)    Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan .

2)    Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

3)    Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.

 

1). Arus Kas dari Aktivitas Operasional

Aktivitas operasional perusahaan adalah aktivitas utama perusahaan yang menghasilkan pendapatan dan aktivitas lainnya selain aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Aktivitas operasional mencakup kegiatan-kegiatan memproduksi barang atau jasa untuk dijual. Arus kas dari aktivitas operasional terjadi dari transaksi-transaksi yang terjadi selama aktivitas operasi.

Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi menurut PSAK (2007, par 2.13) adalah:

1.    penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa;

2.    penerimaan kas dari royalti, fees, komisi dan pendapatan lain;

3.    pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;

4.    pembayaran kas kepada karyawan;

5.    penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya;

6.    pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika  dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi;

7.    penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi  usaha dan perdagangan

Wild.et.al (2005), menyatakan :Aktivitas operasi terkait dengan pos-pos operasi alam neraca-umumnya pos modal kerja seperti piutang, perpersediaan, pembayaran di muka (prepayment), utang, an beban akrual.

Menurut Sofyan Syafri Harahap (2008), arus kas masuk dan kas keluar yang berasal dari kegiatan operasi terdiri dari :

Arus kas masuk misalnya :

a.    penerimaan dari langganan

b.    penerimaan dari piutang bunga

c.    penerimaan deviden

d.    penerimaan refund dari supplier

Arus kas keluar misalnya :

a.    kas yang dibayarkan untuk pembelian barang dan jasa yang akan dijual

b.    bunga yang dibayar atas utang perusahaan

c.    pembayaran pajak penghasilan

d.    pembayaran gaji

Kesimpulannya bahwa arus kas operasi terdiri dari penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa, penerimaan kas dari royalty, fees komisi, dan pendapatan lain, pembayaran kepada pemasok barang dan jasa, pembayaran kas kepada karyawan, penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan pembayaran premi, klaim, dan manfaat asuransi lain, pembayaran kas atau penerimaan kembali pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi, penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transakasi usaha dan perdagangan.

Selain itu, disebutkan bahwa sekuritas yang dimiliki perusahaan untuk diperdagangkan kembali dapat disamakan dengan perpersediaan yang dibeli untuk dijual kembali. Oleh karena itu, harus diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas operasional. Pemberian kredit oleh lembaga keuangan harus pula diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas operasional.

 

2). Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Aktivitas investasi perusahaan adalah seluruh aktivitas investasi perusahaan dalam aktiva lancar (perpersediaan, piutang, kas, efek, dan lain-lain). Aktivitas investasi tersebut ditujukan untuk memperoleh hasil dari investasi yang ditanamkan dalam rangka ekspansi perusahaan dan kepentingan lainnya. Disini dikelompokkan transaksi kas yang berhubungan dengan perolehan fasilitas investasi dan nonkas lainnya yang digunakan oleh perusahaan. Arus kas masuk terjadi jika kas diterima dari hasil atau pengembalian investasi yang dilakukan sebelumnya misalnya dari hasil atau penjualan. Arus kas yang diterima dari kegiatan investasi adalah penjualan aktiva tetap, penjualan surat berharga yang berupa investasi, penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini merupakan kegiatan investasi) dan penjualan aktiva lainnya yang digunakan dalam kegiatan produksi (tidak termasuk perpersediaan ). Sedangkan arus kas keluar dari kegiatan investasi ini adalah pembayaran untuk mendapatkan aktiva tetap, pembelian investasi jangka panjang dan pemberian pinjaman pada pihak lain dan pembayaran untuk aktiva lain yang digunakan dalam kegiatan seperti hak paten.

Beberapa contoh arus kas dari aktivitas investasi menurut PSAK (2007, par 2.15) adalah:

1.    pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri;

2.    penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain;

3.    perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain.

4.    uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan) .

5.    pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dilakukan untuk tujuan perdagangan (dealing or trading), atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan

Wild.et.al (2005), menyatakan Aktivitas investasi meliputi aktiva yang diharapkan untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Aktivitas ini juga meliputi pemberian pinjaman dan penagihan pokok pinjaman.

Menurut Sofyan Syafri Harahap (2008), arus kas masuk dan kas keluar yang berasal dari kegiatan investasi terdiri dari :

Arus kas masuk misalnya :

    1. penjualan aktiva tetap
    2. penjualan surat berharga yang berupa investasi
    3. penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini merupakan kegiatan investasi)
    4. penjualan aktiva lainnya

Arus kas keluar dari kegiatan ini misalnya :

a.    pembayaran untuk mendapatkan aktiva tetap

b.    pembelian investasi jangka panjang

c.    pemberian pinjaman pada pihak lain

d.    pembayaran untuk aktiva lain yang digunakan dalam kegiatan produktif seperti hak paten (tidak termasuk perpersediaan yang merupakan perpersediaan operasional)

 

      Berdasarkan beberapa kutipan mengenai sumber dan penggunaan arus kas investasi maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas investasi perusahaan adalah seluruh aktivitas investasi perusahaan dalam aktiva lancar (perpersediaan, piutang, kas, efek, dan lain-lain). Aktivitas investasi tersebut ditujukan untuk memperoleh hasil dari investasi yang ditanamkan dalam rangka ekspansi perusahaan dan kepentingan lainnya.

 

 

3). Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Aktivitas pendanaan perusahaan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berhubungan dengan kewajiban dan ekuitas pemilik (owners equity). Kelompok ini menyangkut bagaimana kegiatan kas diperoleh untuk membiayai perusahaan termasuk operasinya. Dalam kategori ini arus kas masuk merupakan kegiatan mendapatkan dana untuk kepentingan perusahaan contohnya pengeluaran saham, Pengeluaran wesel, penjualan obligasi dan pengeluaran surat utang hipotek. sedangkan arus kas keluar adalah pembayaran kembali pada pemilik dan kreditor atas dana yang diberikan sebelumnya contohnya pembayaran dividen dan pembagian lainnya yang diberikan kepada pemilik, pembelian saham pemilik ( treasury stock ) dan pembayaran utang pokok dana yang dipinjam.

Beberapa contoh arus kas dari aktivitas pendanaan menurut PSAK (2004) adalah:

1.    penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya

2.    pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan

3.    penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik dan pinjaman lainnya

4.    pelunasan pinjaman

5.    pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lessee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan (finance lease).

 

Wild.et.al (2005), menyatakan : Aktivitas pendanaan meliputi perolehan pinjaman dari kreditor dan pembayaran pokok pinjaman. Aktivitas ini juga meliputi kontribusi dan penarikan oleh pemilik, serta pengembalian atas investasi mereka (deviden).

Menurut Harahap (2008), arus kas masuk dan kas keluar yang berasal dari kegiatan pendanaan terdiri dari :

Arus kas masuk misalnya :

a.    pengluaran saham

b.    pengeluaran wesel

c.    penjualan obligasi

d.    pengeluaran surat utang hipotek, dan lain-lain.

Arus kas keluar misalnya :

a.    pembayaran deviden dan pembagian lainnya yang diberikan kepada pemilik

b.    pembelian saham pemilik

c.    pembayaran utang pokok dana yang dipinjam (tidak termasuk bunga karena dianggap sebagai kegiatan operasi).

Dari beberapa kutipan mengenai sumber dan penggunaan arus kas pendanaan maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas pendanaan perusahaan pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik saham perusahaan, penerimaan kas dari emisi, obligasi, pinjaman, wesel, dan pinjaman lainnya, pelunasan pinjaman, pembayaran kas oleh penyewa guna usaha untuk mengurangi saldo yang berkewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan. Berikut ini Contoh laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung:

PT. ABC

Laporan Arus Kas ( Metode Langsung)

Tahun yangberakhir 31 Desember 2018

 


                                                                                    Dalam rupiah

Arus Kas dan Aktivitas Operasi

Penerimaan kas dari pelanggan                                                 30.150

Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan                 (27.600)

Kas yang dihasilkan operasi                                                         2.550

Pembayaran bunga                                                                     (270)

Pembayaran pajak penghasilan                                                  (900)

Arus kas sebelum pos luar biasa                                                  1.380

Hasil dari asuransi karena gempa bumi                                          180

Arus kas bersih  aktivitas operasi                                            1.560

 

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)              (550)

Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)              (350)

Hasil dari penjualan peralatan                                                           20

Penerimaan bunga                                                                          200 

Penerimaan dividen                                                                         200 

Arus kas bersih aktivitas investasi                                           (480)

 

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham                                                 250

Hasil dari pinjaman jangka panjang                                                 250

Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan                         (90)

Pembayaran dividen                                                                 (1.200)

Arus Kas bersih aktivitas pendanaan                                      (790)

Kenaikan bersih kas dan setara kas                                               290

Kas dan setara kas pada awal periode (catatan C)                        120

Kas dan setara kas pada akhir periode                                     410

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT. ABC

Laporan Arus Kas ( Metode Tidak Langsung)

Tahun yangberakhir 31 Desember 2018

                                                                                                     Dalam rupiah

Arus Kas dan Aktivitas Operasi

Laba bersih sebelum pajak dan pos luar biasa                                  3.350

Penyesuaian untuk :

Penyusutan                                                                                     450

Kerugian selisih kurs                                                                         40

Penghasilan investasi                                                                   (500)

Beban bunga                                                                                   400

 

Laba operasi sebelum perubahan modal kerja                                  3.740

Kenaikan piutang dagang dan piutang lain                                   (500)

Penurunan perpersediaan                                                            1.050

Penurunan hutang dagang                                                        (1.740)

 

Kas dihasilkan dari operasi        

Pembayaran bunga                                                                            2.550

Pembayaran pajak penghasilan                                                         (270)                   

Arus kas sebelum pos luar biasa                                                          900

Hasil dari penyelesaian asuransi gempa bumi                                   1.380      

Arus kas bersih dari aktivitas operasi                                                    180

                                                                                                                  1.560

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)                    (550)

Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)                    (350)

Hasil dari penjualan peralatan                                                                 20

Penerimaan bunga                                                                                200 

Penerimaan dividen                                                                              200 

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi                  (480)                                

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham                                                       250

Hasil dari pinjaman jangka panjang                                                      250

Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan                               (90)

Pembayaran dividen                                                                        (1.200)

Arus Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan             (790)

Kas bersih kas dan setara kas                                                              290

Kas dan setara kas pada awal periode (catatan C)                              120

Kas dan setara kas pada akhir periode                      410

Tidak ada komentar:

Posting Komentar