
Part - 4 Laporan Arus Kas
Pengertian
Laporan Arus Kas
Laporan arus kas yang disajikan sangat berguna
bagi para pemakai laporan keuangan yaitu sebagai dasar untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam menggunakan arus kas tersebut. Laporan arus kas merupakan
salah satu dari laporan keuangan pokok dari setiap badan usaha. Di Indonesia
perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan Ikatan Akuntansi
Indonesia dimana, perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan
persyaratan dalam pernyataan ini dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai
bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan untuk setiap
periode penyajian laporan keuangan
Laporan aliran
(arus) uang kas kas (cash lfow statement)
adalah laporan yang disusun guna menunjukan perubahan bertambah atau
berkurangnya uang kas selama suatu periode dan memberikan gambaran sebab-sebab
dari perubahan tersebut (Djahidin, 2004).
Dari penjelasan mengenai
arus kas, dapat diketahui bahwa laporan arus kas memperlihatkan sumber-sumber
penerimaan kas dan penggunaan kas dalam satu periode. Arus kas tersebut
diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan
arus kas suatu perusahaan juga disajikan dengan tujuan untuk menyediakan
informasi keuangan bagi pihak yang berkepentingan seperti manajemen, kreditur dan investor, khususnya
informasi mengenai kas perusahaan pada periode tertentu.
Arti Penting Arus Kas
Informasi
tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan
sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan
setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas
tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu
melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas atau
setara kas serta kepastian perolehannya. Laporan arus kas bila digunakan dalam
kaitannya dengan laporan keuangan lain akan membantu para pemakai dalam menilai
profitabilitas dan solvensi dari kesatuan usaha itu (kemampuan untuk membayar
hutang masa berjalan yang jatuh tempo). Sebagai contoh, penerimaan kas dari
penerbitan obligasi menunjukan bahwa perusahaan tidak hanya terikat pada
pembayaran beban bunga periodik (yang mempengaruhi profitabilitas dan
solvensi), tetapi juga penebusan obligasi tersebut pada saat jatuh tempo (yang
mempengaruhi solvensi).
Laporan
arus kas dimaksudkan untuk memberikan ikhtisar arus masuk dan arus keluar kas
untuk suatu periode. Laporan arus kas
ini dinyatakan pula dalam Standar Akuntansi Keuangan (2007, par 2.1) yaitu : “memberikan
informasi historis mengenai perubahan kas dari suatu perusahaan melalui laporan
arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi,
investasi maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi”.
Tujuan
dan Manfaat Laporan Arus Kas
Laporan arus kas suatu perusahaan disajikan dengan tujuan
untuk menyediakan informasi keuangan bagi pihak yang berkepentingan
seperti manajemen, kreditur dan
investor, khususnya informasi mengenai kas perusahaan pada periode tertentu. Informasi
kas tersebut berupa arus kas masuk dan arus kas keluar, serta kas bersih atau
selisih antara arus kas masuk dan arus kas keluar dalam beberapa aktivitas
perusahaan, seperti aktivitas operasional, aktivitas investasi dan aktivitas
pendanaan. Dalam PSAK (2009;
2.1) menyebutkan bahwa tujuan laporan arus kas adalah: “Informasi tentang arus
kas suatu perusahaan, berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar
untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan
menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut”.
Informasi yang disediakan dalam daftar arus kas berkaitan
dengan laporan keuangan sehingga dapat membantu para penanam modal, kreditur
dalam hal:
1. Menentukan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan arus kas yang positif di masa depan.
2. Menentukan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajibannya membayar deviden dan kebutuhan pembelanjaan ekstern. Para
pemegang saham tertarik dalam penerimaan deviden atas investasi mereka dalam
perusahaan. Kreditur ingin menerima bunga dan pokok pinjaman tepat pada
waktunya. Laporan arus kas membantu para investor dan kreditur dalam meramalkan
apakah perusahaan mampu melakukan pembayaran untuk keperluan usahanya.
3. Mengetahui alasan
perbedaan antara laba bersih dengan penerimaan atau pembayaran kas. Biasanya
kas dan laba bersih berjalan bersama-sama. Saldo kas perusahaan dapat menurun
pada saat laba bersih meningkat dan kas dapat meningkat pada saat laba bersih
menurun.
4. Menentukan pengaruh
terhadap posisi keuangan perusahaan, baik transaksi kasnya maupun transaksi
investasi non-kas dan transaksi pembiayaan selama periode tertentu.
5. Untuk mengevaluasi
kebutuhan manajemen.
Untuk mencapai tujuan tersebut, laporan
arus kas harus melaporkan pengaruh kas selama periode tertentu dalam transaksi
operasi, transaksi investasi, dan transaksi pembiayaan. Pengungkapan harus
dapat menginformasikan dampak dari transaksi-transaksi tersebut terhadap posisi
keuangan perusahaan.
Indikator Arus Kas
Indikator
pengukuran arus kas masuk maupun
arus kas keluar perusahaan didasarkan pada kegiatan aktivitas perusahaan.
Seperti yang dinyatakan dalam PSAK (2007, par 2.3), Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau
setara kas yang terdiri dari :
1) Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama
pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan
aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan
.
2) Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva
jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
3) Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas
yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.
1). Arus Kas dari Aktivitas Operasional
Aktivitas operasional
perusahaan adalah aktivitas utama perusahaan yang menghasilkan pendapatan dan
aktivitas lainnya selain aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Aktivitas
operasional mencakup kegiatan-kegiatan memproduksi barang atau jasa untuk
dijual. Arus kas dari aktivitas operasional terjadi dari transaksi-transaksi
yang terjadi selama aktivitas operasi.
Beberapa contoh arus kas
dari aktivitas operasi menurut PSAK (2007,
par 2.13) adalah:
1. penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa;
2. penerimaan kas dari royalti, fees, komisi dan pendapatan
lain;
3. pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;
4. pembayaran kas kepada karyawan;
5. penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi
sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya;
6. pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak
penghasilan kecuali jika dapat
diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan
investasi;
7. penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan
untuk tujuan transaksi usaha dan
perdagangan
Wild.et.al (2005),
menyatakan :Aktivitas operasi terkait dengan pos-pos operasi alam
neraca-umumnya pos modal kerja seperti piutang, perpersediaan, pembayaran di
muka (prepayment), utang, an beban
akrual.
Menurut Sofyan Syafri
Harahap (2008), arus kas masuk dan kas keluar yang berasal dari kegiatan
operasi terdiri dari :
Arus
kas masuk misalnya :
a. penerimaan
dari langganan
b. penerimaan
dari piutang bunga
c. penerimaan
deviden
d. penerimaan
refund dari supplier
Arus
kas keluar misalnya :
a. kas
yang dibayarkan untuk pembelian barang dan jasa yang akan dijual
b. bunga yang dibayar atas utang perusahaan
c. pembayaran
pajak penghasilan
d. pembayaran
gaji
Kesimpulannya
bahwa arus kas operasi terdiri dari penerimaan kas dari penjualan barang dan
jasa, penerimaan kas dari royalty, fees komisi, dan pendapatan lain, pembayaran
kepada pemasok barang dan jasa, pembayaran kas kepada karyawan, penerimaan dan
pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan pembayaran premi,
klaim, dan manfaat asuransi lain, pembayaran kas atau penerimaan kembali pajak
penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian
dari aktivitas pendanaan dan investasi, penerimaan dan pembayaran kas dari
kontrak yang diadakan untuk tujuan transakasi usaha dan perdagangan.
Selain itu, disebutkan bahwa sekuritas yang dimiliki
perusahaan untuk diperdagangkan kembali dapat disamakan dengan perpersediaan
yang dibeli untuk dijual kembali. Oleh karena itu, harus diklasifikasikan
sebagai arus kas dari aktivitas operasional. Pemberian kredit oleh lembaga
keuangan harus pula diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas
operasional.
2). Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi
perusahaan adalah seluruh aktivitas investasi perusahaan dalam aktiva lancar
(perpersediaan, piutang, kas, efek, dan lain-lain). Aktivitas investasi
tersebut ditujukan untuk memperoleh hasil dari investasi yang ditanamkan dalam
rangka ekspansi perusahaan dan kepentingan lainnya. Disini dikelompokkan
transaksi kas yang berhubungan dengan perolehan fasilitas investasi dan nonkas
lainnya yang digunakan oleh perusahaan. Arus kas masuk terjadi jika kas
diterima dari hasil atau pengembalian investasi yang dilakukan sebelumnya
misalnya dari hasil atau penjualan. Arus kas yang diterima dari kegiatan
investasi adalah penjualan aktiva tetap, penjualan surat berharga yang berupa
investasi, penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini
merupakan kegiatan investasi) dan penjualan aktiva lainnya yang digunakan dalam
kegiatan produksi (tidak termasuk perpersediaan ). Sedangkan arus kas keluar
dari kegiatan investasi ini adalah pembayaran untuk mendapatkan aktiva tetap,
pembelian investasi jangka panjang dan pemberian pinjaman pada pihak lain dan
pembayaran untuk aktiva lain yang digunakan dalam kegiatan seperti hak paten.
Beberapa contoh arus kas
dari aktivitas investasi menurut
PSAK (2007, par 2.15) adalah:
1. pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak
berwujud, dan aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang
dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri;
2. penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan
peralatan, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain;
3. perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain.
4. uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain
serta pelunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan) .
5. pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts,
forward contracts, option contracts dan swap contracts kecuali
apabila kontrak tersebut dilakukan untuk tujuan perdagangan (dealing or
trading), atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai
aktivitas pendanaan
Wild.et.al (2005),
menyatakan Aktivitas investasi meliputi aktiva yang diharapkan untuk
menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Aktivitas ini juga meliputi pemberian
pinjaman dan penagihan pokok pinjaman.
Menurut Sofyan Syafri
Harahap (2008), arus kas masuk dan kas keluar yang berasal dari kegiatan
investasi terdiri dari :
Arus
kas masuk misalnya :
- penjualan aktiva tetap
- penjualan
surat berharga yang berupa investasi
- penagihan
pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini merupakan kegiatan
investasi)
- penjualan aktiva lainnya
Arus kas keluar dari kegiatan ini misalnya :
a. pembayaran
untuk mendapatkan aktiva tetap
b. pembelian
investasi jangka panjang
c. pemberian
pinjaman pada pihak lain
d. pembayaran
untuk aktiva lain yang digunakan dalam kegiatan produktif seperti hak paten
(tidak termasuk perpersediaan yang merupakan perpersediaan operasional)
Berdasarkan beberapa kutipan mengenai sumber dan penggunaan arus kas
investasi maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas investasi perusahaan adalah
seluruh aktivitas investasi perusahaan dalam aktiva lancar (perpersediaan,
piutang, kas, efek, dan lain-lain). Aktivitas investasi tersebut ditujukan
untuk memperoleh hasil dari investasi yang ditanamkan dalam rangka ekspansi
perusahaan dan kepentingan lainnya.
3). Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan
perusahaan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang
berhubungan dengan kewajiban dan ekuitas pemilik (owners equity).
Kelompok ini menyangkut bagaimana kegiatan kas diperoleh untuk membiayai
perusahaan termasuk operasinya. Dalam kategori ini arus kas masuk merupakan
kegiatan mendapatkan dana untuk kepentingan perusahaan contohnya pengeluaran
saham, Pengeluaran wesel,
penjualan obligasi dan pengeluaran surat utang hipotek. sedangkan arus
kas keluar adalah pembayaran kembali pada pemilik dan kreditor atas dana yang
diberikan sebelumnya contohnya pembayaran dividen dan pembagian lainnya yang
diberikan kepada pemilik, pembelian saham pemilik ( treasury stock ) dan
pembayaran utang pokok dana yang dipinjam.
Beberapa contoh arus kas dari aktivitas pendanaan menurut PSAK (2004) adalah:
1. penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya
2. pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham
perusahaan
3. penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik dan pinjaman
lainnya
4. pelunasan pinjaman
5. pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lessee) untuk mengurangi
saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan (finance
lease).
Wild.et.al (2005),
menyatakan : Aktivitas pendanaan meliputi perolehan pinjaman dari
kreditor dan pembayaran pokok pinjaman. Aktivitas ini juga meliputi kontribusi
dan penarikan oleh pemilik, serta pengembalian atas investasi mereka (deviden).
Menurut Harahap (2008),
arus kas masuk dan kas keluar yang berasal dari kegiatan pendanaan terdiri dari
:
Arus
kas masuk misalnya :
a. pengluaran
saham
b. pengeluaran
wesel
c. penjualan
obligasi
d. pengeluaran
surat utang hipotek, dan lain-lain.
Arus
kas keluar misalnya :
a. pembayaran
deviden dan pembagian lainnya yang diberikan kepada pemilik
b. pembelian
saham pemilik
c. pembayaran
utang pokok dana yang dipinjam (tidak termasuk bunga karena dianggap sebagai
kegiatan operasi).
Dari beberapa kutipan mengenai sumber dan penggunaan arus
kas pendanaan maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas pendanaan perusahaan
pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik saham perusahaan,
penerimaan kas dari emisi, obligasi, pinjaman, wesel, dan pinjaman lainnya,
pelunasan pinjaman, pembayaran kas oleh penyewa guna usaha untuk mengurangi
saldo yang berkewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan. Berikut ini Contoh laporan arus kas metode langsung dan
tidak langsung:
PT. ABC
Laporan Arus Kas ( Metode Langsung)
Tahun yangberakhir 31
Desember 2018
Dalam rupiah
Arus Kas dan Aktivitas
Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 30.150
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (27.600)
Kas yang dihasilkan operasi 2.550
Pembayaran bunga
(270)
Pembayaran pajak penghasilan
(900)
Arus kas sebelum pos luar biasa 1.380
Hasil dari asuransi karena gempa bumi 180
Arus kas bersih aktivitas operasi 1.560
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A) (550)
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B) (350)
Hasil dari penjualan peralatan 20
Penerimaan bunga
200
Penerimaan dividen 200
Arus kas bersih aktivitas
investasi (480)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Hasil dari penerbitan modal saham 250
Hasil dari pinjaman jangka panjang 250
Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan (90)
Pembayaran dividen
(1.200)
Arus Kas bersih aktivitas
pendanaan (790)
Kenaikan bersih kas dan setara kas 290
Kas dan setara kas pada awal periode (catatan C) 120
Kas dan
setara kas pada akhir periode
410
PT. ABC
Laporan Arus Kas ( Metode Tidak Langsung)
Tahun yangberakhir 31
Desember 2018
Dalam
rupiah
Arus Kas dan Aktivitas Operasi
Laba bersih sebelum pajak dan pos luar biasa 3.350
Penyesuaian untuk :
Penyusutan 450
Kerugian selisih kurs 40
Penghasilan investasi (500)
Beban bunga 400
Laba operasi sebelum perubahan modal kerja 3.740
Kenaikan piutang dagang dan
piutang lain (500)
Penurunan
perpersediaan 1.050
Penurunan hutang dagang (1.740)
Kas dihasilkan dari operasi
Pembayaran bunga 2.550
Pembayaran pajak penghasilan (270)
Arus kas sebelum pos luar biasa 900
Hasil dari penyelesaian asuransi gempa bumi 1.380
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 180
1.560
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A) (550)
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B) (350)
Hasil dari penjualan peralatan 20
Penerimaan bunga 200
Penerimaan dividen 200
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
(480)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Hasil dari penerbitan modal saham 250
Hasil dari pinjaman jangka panjang 250
Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan (90)
Pembayaran dividen (1.200)
Arus Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
(790)
Kas bersih kas dan setara kas 290
Kas dan setara kas pada awal periode (catatan C) 120
Kas dan setara kas pada akhir periode 410
Tidak ada komentar:
Posting Komentar