Rabu, 11 November 2020

 

Part 1 - Overview LAPORAN KEUANGAN

 

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang Laporan Keuangan yang mencakup :

Ø  Pengertian dan Arti Penting Laporan Keuangan         

Ø  Prinsip Akuntansi Dalam Pelaporan Keuangan

Ø  Konservatisme Akuntansi

Ø  Jenis – Jenis Laporan  Keuangan


 

Pengertian dan Arti Penting Laporan Keuangan

 

 

Bab ini menjelaskan Analisis terhadap laporan keuangan suatu bisnis guna mengetahui tingkat keuntungan, tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Sebelum memulai proses menganalisis laporan keuangan, penting untuk memahami berbagai jenis laporan keuangan, bagaimana mereka dipersiapkan, dan seberapa andal informasi yang terkandung di dalamnya. Kita harus tahu bagaimana laporan keuangan disiapkan; tergantung pada jenisnya, kami dapat lebih memahami tingkat informasi yang disaring berdasarkan ketergantungan kami pada informasi yang diberikan.

Laporan Keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan (J. Fred Weston & Thomas E. Copeland, 1994: 24). Laporan keuangan adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.

 

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengethaui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Laporan keuangan sangat penting untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai output Akuntansi yang meliputi pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai output Akuntansi saya akan tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai kinerja keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisa tersebut untuk mengambil suatu keputusan. Jadi untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan serta hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut perlu adanya laporan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.

Arti penting analisis laporan keuangan secara umum adalah sebagai berikut:

a)    Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier

b)    Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.

c)    Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.

d)    Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.

e)    Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.

 

Laporan keuangan memberikan Informasi Keuangan dan Non keuangan diantaranya :

Ø  Akuntansi menghasilkan informasi keuangan tentang sebuah entitas.

Ø  Informasi yang dihasilkan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP):

􀂃 Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

􀂃 Laporan Laba Rugi Komprehensif

􀂃 Laporan Arus Kas

􀂃 Laporan Perubahan Ekuitas

􀂃 Catatan atas laporan keuangan

Ø  Selain laporan tersebut terdapat laporan yang bukan merupakan GAAP yang dihasilkan perusahaan: Laporan Tahunan, Sustainability Reporting, Prospektus, Laporan untuk Bapepam, Integrating Reporting.

Tujuan Laporan Keuangan adalah :

Ø  Memberikan infomasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi

Ø  Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), dan pertanggung jawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya

Ø  Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai.

Ø  Menyediakan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan menyediakan informasi non keuangan

 

Prinsip Akuntansi Dalam Pelaporan Keuangan

Perkembangan prinsip Akuntansi di Indonesia selama ini ditandai dengan munculnya dua adopsi Prinsip Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yaitu PSAK ETAP dan PSAK IFRS. Tujuan laporan keuangan SAK-ETAP adalah menyediakan informasi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapa pun yang tidak dalam posisi dapat meminta khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Sedangkan tujuan laporan keuangan IFRS memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang berguna untuk berbagai pengguna dalam membuat keputusan ekonomi.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) internasional International Financial Reporting Standards ditujukan untuk etentitas perbankan dan yang berakuntabilitas public sdangkan standar untuk entitas tanpa akuntabilitas public menerapkan SAK ETAP.  Penerapannya relative rumit (karena masalah kebiasaan) sehingga banyak perusahaan yang terdaftar di bursa efek (listing) melakukan delisiting karena sulit menerapkan SAK IFRS dan memilih untuk menerapkan SAK ETAP.  Dalam beberapa hal SAK ETAP memberikan banyak kemudahan untuk suatu entitas dibandingkan dengan IFRS dengan ketentuan pelaporan yang lebih kompleks (IAI, 2010). Untuk lebih jelas dipahami letak perbedaan antara Standar Akuntansi untuk ETAP dengan IFRS, dapat diuraikan dalam beberapa bagian berikut ini :

 

PERBANDINGAN IFRS FOR SMEs (2015) vs SAK ETAP

 

Kandungan informasi laporan keuangan mencakup beberapa prinsip dasar akuntansi yang harus dijadikan pedoman. Prinsip-prinsip ini berguna agar laporan keuangan tersusun sesuai dengan prosedur akuntansi. 

Apa saja ya prinsip dasar akuntansi itu? Berikut adalah beberapa prinsip akuntansi.

a.    Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)

Prinsip ini mengharuskan kita untuk melakukan pencatatan terhadap biaya yang dikeluarkan baik untuk memperoleh barang maupun jasa.

b.    Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Prnciple)

Pendapatan adalah aliran harta yang masuk (aktiva) yang didapat dari penyerahan barang/jasa. Nah, prinsip ini mengharuskan kita mencatat “harta” itu sebagai pendapatan. Contoh: jika perusahaan kita mendapat 1 juta rupiah dari hasil penjualan mobil. Itu artinya, selain diakui sebagai “harta”, 1 juta rupiah tersebut juga harus dimasukkan ke dalam “pendapatan”.

c.    Prinsip Mencocokkan (Matching Principle)

Prinsip dasar akuntansi ini mempertemukan pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan. Tujuannya, untuk menentukan keuntungan bersih dalam periode tertentu.

d.    Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Metode dan standar yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten. Misalnya, perusahaan kamu menggunakan sistem accrual basis. Nah, seharusnya, sistem ini tidak boleh bergonti-ganti dengan sistem lain seenaknya karena akan membuat para pengguna informasi akuntansi kebingungan.

e.    Prinsip Pengungkapan Secara Lengkap (Full Disclosure Principle)

Prinsip ini mengharuskan penyajian informasi di laporan keuangan secara lengkap. Kenapa? Ini untuk membuat para pemakai informasi akuntansi tidak “tersesat” dengan laporan keuangan yang setengah jadi.

f.     Prinsip Entitas Ekonomi (Economic Entity Principle)

Maksud dari entitas ekonomi adalah sistem informasi ekonomi harus berdiri sendiri. Kita tidak boleh mencampurkan laporan keuangan akuntansi antara perusahaan dengan pribadi maupun pihak lain.

g.    Prinsip Periode Akuntansi

Sebuah pelaporan keuangan perusahaan harus dibatasi oleh periode tertentu. Misalnya, perusahaan yang menjalankan usaha mulai dari 1 Januari sampai 31 Desember.

h.    Prinsip Satuan Moneter

Maksudnya adalah, segala bentuk pencatatan transaksi harus dinyatakan dalam bentuk yang bisa diukur.Misalnya, mata uang rupiah.

i.      Prinsip Kesinambungan Usaha (Going Concern)

Prinsip ini menganggap bahwa sebuah usaha ekonomi harus terus berjalan secara berkesinambungan, kecuali ada peristiwa khusus yang bisa menghentikannya. Misalnya: bencana alam.

j.      Prinsip Materialitas 

      Prinsip Materialitas adalah prinsip yang mengakui adanya pengukuran dan pencatattan akuntansi secara material atau bernilai. Artinya, suatu informasi akuntansi punya nominal dan bisa dijual


Tidak ada komentar:

Posting Komentar