Tujuan
Pembelajaran
Mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang Laporan
Keuangan yang mencakup :
Ø Pengertian
dan Arti Penting Laporan Keuangan
Ø Prinsip Akuntansi Dalam Pelaporan
Keuangan
Ø Konservatisme Akuntansi
Ø
Jenis – Jenis Laporan Keuangan
Pengertian dan Arti Penting Laporan Keuangan
Bab ini menjelaskan
Analisis terhadap laporan keuangan suatu bisnis guna mengetahui tingkat
keuntungan, tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis
keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan
di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa
lalu dan prospeknya di masa datang. Sebelum memulai proses menganalisis laporan
keuangan, penting untuk memahami berbagai jenis laporan keuangan, bagaimana
mereka dipersiapkan, dan seberapa andal informasi yang terkandung di dalamnya.
Kita harus tahu bagaimana laporan keuangan disiapkan; tergantung pada jenisnya,
kami dapat lebih memahami tingkat informasi yang disaring
berdasarkan ketergantungan kami pada informasi yang diberikan.
Laporan Keuangan juga melaporkan
prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan
analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa
depan (J. Fred Weston & Thomas E. Copeland, 1994: 24). Laporan
keuangan adalah laporan
yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan
kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.
Laporan keuangan pada dasarnya
adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi
antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang disusun secara baik
dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau
prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu,
keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi
mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai
pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri
dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada
dasarnya karena ingin mengethaui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan
tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang
mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang
finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan
prospeknya di masa datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat
dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang
telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah
yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai
kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak,
seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan
pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Laporan keuangan sangat penting
untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Pada mulanya laporan keuangan
bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai output Akuntansi yang meliputi
pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai output
Akuntansi saya akan tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau
menilai kinerja keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisa
tersebut untuk mengambil suatu keputusan. Jadi untuk mengetahui kinerja
keuangan suatu perusahaan serta hasil – hasil yang telah dicapai oleh
perusahaan tersebut perlu adanya laporan keuangan dari perusahaan yang
bersangkutan.
Arti penting analisis laporan keuangan secara
umum adalah sebagai berikut:
a) Bagi pihak manajemen: untuk
mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier
b) Bagi pemegang saham: untuk mengetahui
kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
c) Bagi kreditor: untuk mengetahui
kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
d) Bagi pemerintah: pajak, persetujuan
untuk go public.
e) Bagi karyawan: Penghasilan yang
memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.

Laporan keuangan memberikan Informasi Keuangan dan Non
keuangan diantaranya :
Ø
Akuntansi
menghasilkan informasi keuangan tentang sebuah entitas.
Ø
Informasi
yang dihasilkan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP):
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Laporan Arus Kas
Laporan Perubahan Ekuitas
Catatan atas laporan keuangan
Ø Selain laporan tersebut terdapat laporan
yang bukan merupakan GAAP yang dihasilkan perusahaan: Laporan Tahunan,
Sustainability Reporting, Prospektus, Laporan untuk Bapepam, Integrating
Reporting.
Tujuan Laporan Keuangan adalah :
Ø Memberikan infomasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan
keputusan ekonomi
Ø Laporan keuangan menunjukkan
apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), dan pertanggung
jawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya
Ø Memenuhi kebutuhan bersama
sebagian besar pemakai.
Ø Menyediakan pengaruh keuangan
dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan menyediakan informasi non
keuangan
Prinsip Akuntansi Dalam Pelaporan
Keuangan
Perkembangan prinsip Akuntansi di
Indonesia selama ini ditandai dengan munculnya dua adopsi Prinsip Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) yaitu PSAK ETAP dan PSAK IFRS. Tujuan laporan keuangan SAK-ETAP adalah menyediakan informasi
keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat
bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapa pun
yang tidak dalam posisi dapat meminta khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi
tertentu. Sedangkan tujuan laporan keuangan IFRS memberikan informasi tentang
posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
berguna untuk berbagai pengguna dalam membuat keputusan ekonomi.
Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) internasional International Financial Reporting Standards ditujukan
untuk etentitas perbankan dan yang berakuntabilitas public sdangkan standar
untuk entitas tanpa akuntabilitas public menerapkan SAK
ETAP. Penerapannya relative rumit (karena masalah kebiasaan)
sehingga banyak perusahaan yang terdaftar di bursa efek (listing) melakukan
delisiting karena sulit menerapkan SAK IFRS dan memilih untuk menerapkan SAK
ETAP. Dalam beberapa hal SAK ETAP memberikan banyak
kemudahan untuk suatu entitas dibandingkan dengan IFRS dengan ketentuan
pelaporan yang lebih kompleks (IAI, 2010). Untuk lebih jelas dipahami
letak perbedaan antara Standar Akuntansi untuk ETAP dengan IFRS, dapat
diuraikan dalam beberapa bagian berikut ini :
PERBANDINGAN
IFRS FOR SMEs (2015) vs SAK ETAP












![]()






![]()






![]()
Kandungan informasi laporan keuangan
mencakup beberapa prinsip
dasar akuntansi yang harus dijadikan pedoman.
Prinsip-prinsip ini berguna agar laporan keuangan tersusun sesuai dengan
prosedur akuntansi.
Apa saja ya prinsip
dasar akuntansi itu? Berikut adalah beberapa prinsip
akuntansi.
a.
Prinsip Biaya Historis
(Historical Cost Principle)
Prinsip
ini mengharuskan kita untuk melakukan pencatatan terhadap biaya yang dikeluarkan baik
untuk memperoleh barang maupun jasa.
b.
Prinsip Pengakuan Pendapatan
(Revenue Recognition Prnciple)
Pendapatan
adalah aliran harta yang masuk (aktiva) yang didapat dari penyerahan
barang/jasa. Nah, prinsip
ini mengharuskan kita mencatat
“harta” itu sebagai pendapatan. Contoh: jika perusahaan kita
mendapat 1 juta rupiah dari hasil penjualan mobil. Itu artinya, selain diakui
sebagai “harta”, 1 juta rupiah tersebut juga harus dimasukkan ke dalam
“pendapatan”.
c.
Prinsip Mencocokkan
(Matching Principle)
Prinsip
dasar akuntansi ini mempertemukan
pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan. Tujuannya, untuk
menentukan keuntungan bersih dalam periode tertentu.
d.
Prinsip Konsistensi
(Consistency Principle)
Metode
dan standar yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten. Misalnya,
perusahaan kamu menggunakan sistem accrual basis. Nah, seharusnya, sistem
ini tidak boleh bergonti-ganti dengan sistem lain seenaknya karena akan
membuat para pengguna
informasi akuntansi kebingungan.
e.
Prinsip Pengungkapan Secara
Lengkap (Full Disclosure Principle)
Prinsip
ini mengharuskan penyajian
informasi di laporan keuangan secara lengkap. Kenapa? Ini untuk
membuat para pemakai informasi akuntansi tidak “tersesat” dengan laporan
keuangan yang setengah jadi.
f.
Prinsip Entitas Ekonomi
(Economic Entity Principle)
Maksud
dari entitas ekonomi adalah sistem informasi ekonomi harus berdiri sendiri.
Kita tidak boleh
mencampurkan laporan keuangan akuntansi antara perusahaan
dengan pribadi maupun pihak lain.
g.
Prinsip Periode Akuntansi
Sebuah
pelaporan keuangan perusahaan harus dibatasi
oleh periode tertentu. Misalnya, perusahaan yang
menjalankan usaha mulai dari 1 Januari sampai 31 Desember.
h.
Prinsip Satuan Moneter
Maksudnya
adalah, segala bentuk pencatatan transaksi harus dinyatakan dalam bentuk yang bisa diukur.Misalnya,
mata uang rupiah.
i.
Prinsip Kesinambungan Usaha
(Going Concern)
Prinsip
ini menganggap bahwa sebuah usaha ekonomi harus terus berjalan secara berkesinambungan,
kecuali ada peristiwa khusus yang bisa menghentikannya. Misalnya: bencana alam.
j.
Prinsip Materialitas
Prinsip Materialitas adalah prinsip yang mengakui adanya pengukuran dan pencatattan akuntansi secara material atau bernilai. Artinya, suatu informasi akuntansi punya nominal dan bisa dijual
Tidak ada komentar:
Posting Komentar