Proses Penelitian
Proses dalam membangun sebuah penelitian harus memiliki pelatihan yang diperlukan dalam
mengumpulkan materi dan mengatur atau mengindeks data, partisipasi dalam
pekerjaan lapangan (observasi) bila diperlukan, dan juga melatih teknik pengumpulan data
yang sesuai dengan masalah tertentu, dalam penggunaan statistik, kuesioner dan
percobaan terkontrol dan dalam mencatat bukti, memilah dan menafsirkannya. Pentingnya
mengetahui metodologi penelitian atau bagaimana penelitian dilakukan berawal
dari pertimbangan berikut :
Pertama bagi seseorang yang sedang mempersiapkan dirinya untuk
melakukan penelitian, pentingnya mengetahui metodologi penelitian dan teknik
penelitiannya. Pengetahuan tentang metodologi memberikan pelatihan
yang baik khususnya kepada penelitian baru dan memungkinkan dia melakukan
penelitian yang lebih baik. Ini membantu dia untuk mengembangkan pemikiran
disiplin atau 'tekad pikiran' untuk mengamati lapangan secara objektif. Oleh
karena itu, mereka yang akan melakukan penelitian harus mengembangkan
keterampilan menggunakan teknik penelitian dan harus benar-benar memahami
logika di baliknya.
2 Kedua Pengetahuan tentang bagaimana melakukan penelitian
akan menanamkan kemampuan untuk mengevaluasi dan menggunakan hasil penelitian
dengan keyakinan yang masuk akal. Dengan kata lain, kita dapat menyatakan bahwa
pengetahuan metodologi penelitian sangat membantu dalam berbagai bidang seperti
administrasi pemerintahan atau bisnis, pengembangan masyarakat dan pekerjaan
sosial di mana orang-orang semakin dihimbau untuk mengevaluasi dan menggunakan
hasil penelitian untuk tindakan.
3 Ketiga, Ketika seseorang tahu bagaimana penelitian dilakukan,
maka seseorang mungkin memiliki kepuasan untuk memperoleh alat intelektual baru
yang bisa menjadi cara untuk melihat dunia dan menilai setiap pengalaman.
Dengan demikian, memungkinkan penggunaan untuk membuat keputusan cerdas
mengenai masalah yang menghalangi kita dalam kehidupan praktis pada berbagai
titik waktu. Dengan demikian, pengetahuan metodologi penelitian menyediakan
alat untuk mengambil sesuatu dalam kehidupan secara objektif.
4 Keempat, Di era ilmiah ini, kita semua berada dalam banyak hal
sebagai konsumen hasil penelitian
(jurnal yang di publish) dan kita dapat menggunakannya secara cerdas
asalkan kita dapat menilai kecukupan metode yang telah mereka dapatkan. Pengetahuan
tentang metodologi membantu konsumen hasil penelitian untuk mengevaluasinya dan
memungkinkannya mengambil keputusan rasional.
Proses
penelitian terdiri dari rangkaian tindakan atau langkah yang diperlukan untuk
secara efektif melakukan penelitian dan urutan urutan langkah-langkah yang
diinginkan secaa sistematis. Bagan yang ditunjukkan pada figur di bawah ini menggambarkan
dengan baik proses penelitian.
Penjelasan
singkat tentang langkah-langkah proses penelitian di atas :
1. Masalah
penelitian
Masalah
penelitian menjadi dasar dilakukannya penelitian, tanpa adanya masalah
penelitian tentu saja penelitian tidak akan memiliki arah tujuan dan manfaat
yang mendasar.
Figur 4 menunjukkan bagaimana kita dapat merumuskan
masalah penelitian yang di awali adanya fenomena masalah. Fenomena merupkan
gejala yang ditimbulkan dari data pengamatan,
isu yang berkembang maupun kejadian yang dapat menimbulkan ketertarikan untuk
di teliti. Fenomena masalah juga dapat digambarkan dari perilaku atau sikap
negatif dari responden yang diamati. Setelah fenomena diketahui maka
selanjutnya peneliti dapat menentukan tema apa yang relevan untuk di angkat
sesuai dengan fenomena tersebut. Tema atau judul haruslah sistematis terarah
dan terukur yang menggambarkan masalah, variabel, model dan objek penelitian.
Judul penelitian hendaknya mengacu pada hasil penelitian sebelumnya, sehingga
arah dan tujuan penelitian lebih jelas.
Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah
–masalah apa saja yang menggambarkan fenomena tersebut. Identifikasi masalah
secara eksplisit menjelaskan karakteristik yang dapat diindikasikan timbulnya
masalah. Masalah penelitian dapat didefenisikan sebagai suatu penyimpangan yang
bersumber dari fenomena (gejala) yang menimbulkan kesenjangan (GAP). Ada
dua jenis masalah penelitian, yaitu :
a)
Masalah yang berkaitan dengan penafsiran atau persepsi
Masalah ini
biasanya ditimbulkan dari adanya ragam persepsi yang menimbulkan kesenjangan
antara harapan dengan kenyataan atau rencana dengan realisasi maupun adanya
penafsiran yang berbeda – beda dari serangkaian teori (aturan, standar/sistem,
kebiasaan temuan, dll). Contoh dari masalah ini misalnya dalam Sistem
Pengendalian Intern harus memisahkan antara bagian pencatatan, penerimaan dan
pelaporan guna menghasilkan laporan yang akurat dan tepat, namun kenyataannya
perusahaan tidk melakukan fungsi pemisahan tersebut. Tentu saja hal ini dapat
menjadi masalah yang dapat di teliti guna mengkonfirmasi realita dengan teori
yang ada. Masalah penelitian juga bisa timbul akibat adanya kesenjangan (GAP)
yang bersfat negatif atara rencana dengan capaian, misal perusahaan menargetkan
penjualan 1000 unit akan tetapi capaian yang dihasilkan hanya sebesar 700 unit.
Hal ini juga bisa menjadi dasar masalah penelitian.
b)
Masalah yang berhubungan dengan hubungan antar
variabel.
Pada masalah
ini didasai oleh adanya ketidak tahuan (unknown)
atau ketidak pastian hubungan atau rangkaian pengaruh antara sau variabel
dengan variabel lainnya. Jenis masalah ini sering dilakukan sebagai pengujian
penelitian empiris yang berujuan untuk membuktikan hubungan antar variabel guna
menarik kesimpulan yang lebih tepat karena berdasarkan analisa statistik.
Contoh dari masalah ini misalkan manajer pemasaran ingin mengambil kebijakan
strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan penjualan. Maka masalah
penelitian yang dapat digali adalah hubungan strategi pemasaran (Product, Price, Promotion, Place, People,
Process, Pysical Evoidance) teradap penjualan.
Pada
awalnya peneliti harus memilih masalah yang ingin dia pelajari, yaitu, dia
harus memutuskan area minat atau aspek umum dari materi pelajaran yang ingin
dia teliti.
Rumusan topik umum menjadi masalah penelitian yang spesifik, dengan demikian,
merupakan langkah pertama dalam penyelidikan ilmiah. Intinya dua langkah
dilibatkan dalam merumuskan masalah penelitian, yaitu memahami masalah secara
menyeluruh, dan mengulang hal yang sama menjadi istilah yang berarti dari sudut
pandang analitis. Cara terbaik
untuk memahami masalahnya adalah dengan membicarakannya dengan kolega seseorang
atau dengan mereka yang memiliki beberapa keahlian dalam masalah ini. Di
lembaga akademik peneliti dapat mencari bantuan dari seorang pemandu yang
biasanya merupakan orang yang berpengalaman dan memiliki beberapa masalah dalam
penelitian. Seringkali, panduan ini mengemukakan masalah secara umum dan
terserah kepada peneliti untuk mempersempitnya dan mengutarakan masalahnya
dalam istilah operasional.
Pada unit bisnis swasta atau di organisasi pemerintah,
masalahnya biasanya diperuntukkan oleh lembaga administratif yang dengannya
peneliti dapat mendiskusikan mengenai bagaimana masalah tersebut muncul dan
pertimbangan apa yang terlibat dalam solusi yang mungkin terjadi.
Berdasarkan
tujuan penelitian, masalah peneltian juga dapat digolongkan kedalam tiga jenis diantaranya
:
a)
Masalah penelitian yang berkaitan dengan ketidak sesuaian antara teori
dengan realitanya. Contohnya karyawan yang bekerja tdak sesuai dengan aturan
atau Standar Operating Procedure (SOP) menyebabkan timbulnya masalah kinerja
ang rendah.
b)
Masalah penelitian berkaitan dengan ketidak cocokan antara rencana
dengan realisasinya yang bersifat negatif. Contohnya perusahaan merencanakan keuntungan
(laba)sebesar 1 juta, namun realisasi yang dihasilkan hanya sebesar 700 rb
menyebabkan capaian target tidak tercapai.
c)
Masalah penelitian yang berkaitan dengan ketidak tahuan yang bersumber
dari fenomena. Contohnya adalah perusahaan ingin menerapkan strategi pemasaran
dalam meningkatkan minat beli konsumen. Untuk itu perusahaan ingin mengetahui
strategi mana yang paling berpengaruh terhadap minat beli, maka ketidak tahuan
inilah yang dapat menjadi sumber masalah penelitian yang harus dibuktikan.
1.
Tinjauan Literatur
Setelah
masalah diformulasikan, ringkasan singkatnya harus dituliskan. Pada saat ini
peneliti harus melakukan telaah literatur yang luas terkait dengan masalah
tersebut. Untuk tujuan ini, tinjauan literatur berupa jurnal akademis,
proses konferensi, laporan pemerintah, Undang- Undang, buku dll, harus diadopsi tergantung pada
sifat masalahnya. Dalam proses ini, harus diingat bahwa satu sumber akan
mengarah ke yang lain. Jika ada, yang serupa dengan penelitian sebelumnya harus dipelajari
dengan saksama bagaimana
penelitian sekarang memiliki kelebihan dari hasil penelitian sebelumnya
keaslian penelitian). Tinjauan pustaka yang bagus akan
sangat membantu peneliti pada tahap ini. Tinjauan literatur ini kemudian didesain ke dalam
kerangka konsep (kerangka berfikir) yang menjelaskan alur tujuan penelitian.
Litratur haruslah jelas dan terarah pada pokok bahasan
masalah penelitian agar tujuan penelitian dapat dicapai dengan baik dan benar.
Literatur yang bersumber dari jurnal penelitian yang terpublish (indeks scopus,
google scholer, SINTA, dll) dapat menjadi acuan dalam mendesain suatu kerangka
konsep penelitian.
2.
Formulasi Hipotesis
Setelah
survei literatur yang ekstensif, peneliti harus menyatakan secara jelas
hipotesis kerja atau hipotesis. Hipotesis kerja (Ha) adalah asumsi
sementara yang dibuat untuk menarik dan menguji konsekuensi logis atau
empirisnya. Dengan cara seperti inilah hipotesis penelitian dikembangkan sangat
penting karena memberikan titik fokus untuk penelitian.
Hipotesis adalah suatu pernyataan tentang hubungan
logis antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan secara kuantitatif,
sehingga dapat di uji kebenarannya (Sekaran, 2003).
Hipotesis
juga mempengaruhi cara uji yang harus dilakukan dalam analisis data dan secara
tidak langsung kualitas data yang dibutuhkan untuk analisis. Pada sebagian
besar jenis penelitian, pengembangan hipotesis kerja memegang peranan penting.
Hipotesis harus sangat spesifik dan terbatas pada hasil penelitian yang tepat karena harus
diuji. Peran hipotesis adalah membimbing peneliti dengan membatasi area
penelitian dan membuatnya tetap berada di jalur yang benar. Ini mempertajam
pemikirannya dan memusatkan perhatian pada aspek yang lebih penting dari
masalah ini. Ini juga menunjukkan jenis data yang dibutuhkan dan jenis metode
analisis data yang akan digunakan. Hipotesis haruslah jelas dan terukur dalam menjawab rumusan masalah
penelitian. Tidak semua penelitian memerlukan hpotesis dalam menjawab rumusan
masalah. Penelitian kualtatif tentu saja tidak harus menggunakan hipotesis
karena peneliian ini hanya bersifat penafsiran dan anggapan yang tidak terukur
secara jelas sehingga tidak memerlukan hipotesis.
Mengembangkan
hipotesis kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan berikut :
a)
Diskusi dengan rekan kerja dan pakar tentang masalah, asal dan tujuannya
dalam mencari solusi.
b)
Pemeriksaan data dan catatan, jika ada, mengenai masalah kemungkinan
kecenderungan, kekhasan dan petunjuk lainnya.
c)
Kaji ulang studi serupa di bidang studi atau studi tentang masalah
serupa; dan
d)
Investigasi dan eksplorasi yang melibatkan wawancara lapangan asli dalam
skala terbatas dengan pihak yang berkepentingan dan individu dengan maksud
untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik mengenai aspek praktis dari masalah
ini.
3.
Desain Penelitian
Masalah
penelitian yang telah dirumuskan dalam persyaratan yang jelas, peneliti akan
diminta untuk menyiapkan desain penelitian, yaitu, dia harus menyatakan
struktur konseptual di mana penelitian akan dilakukan. Penyusunan desain
semacam itu memudahkan penelitian agar seefisien mungkin menghasilkan informasi
maksimal. Dengan kata lain, fungsi desain penelitian adalah untuk menyediakan
kumpulan bukti yang relevan dengan pengeluaran usaha, waktu dan uang yang
minim. Tapi bagaimana semua ini bisa diraih tergantung pada tujuan penelitian.
Tujuan penelitian dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu :
a) Eksplorasiadalah jenis penelitian yang bertujuan untuk
menjelajah berhubungan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena itu
ada atau tidak.
Penelitian eksplorasi digunakan untuk menjawab bentuk pertanyaan “Apakah Y ada/
Tidak?. Misalnya penelitian sederhana di bidang ilmu sosoial. Apakah wanita
atau laki-laki memiliki kecenderungan duduk di barisan depan kelas ataukah
tidak? Jika diantara salah satu pihak maupun keduanya memiliki kecenderungan
tersebut, maka diperoleh sebuah fenomena yaitu akan mendorong sebuah penelitian
lebih lanjut.
b)
Deskripsi
adalah salah satu jenispenelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap
mengenai setting sosial atau dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi
mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan
sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalahstudy kasus, study korelasi,
study perbandingan, study prediksi,
study survei. Misalkan peneliti ingn
mendeskripsikan hubungan variabel – variabel yang menggambarkkan perilaku atau
sifat masalah yang diteliti, bisa bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
c)
Diagnosis
Penelitian
dagnsis bertujuan untuk mengetahui kelemahan – kelemahan siswa serta faktor –
faktor penyebabnya. Penelitian ini dapat diartiakn sebagai Penelitian Tindakan
Kelas (PTK). Masalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen
dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang
dihadapi guru di kelas. Oleh karena itu, diagnosis masalah hendaknya tidak
dilakukan oleh dosen lalu ”ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkan tetapi
sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. Pada kenyataannya dosen
dapat mengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan
masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK.
Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat
langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti
bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen.
d)
Eksperimentasi
Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang bertujuan
untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek
selidik. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya
hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih
kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok
pembanding yang tidak menerima perlakuan.
Desain penelitian
yang fleksibel yang memberikan kesempatan untuk mempertimbangkan berbagai aspek
masalah dianggap tepat jika tujuan penelitian adalah eksplorasi. Tetapi bila
tujuannya adalah deskripsi akurat tentang situasi atau hubungan antara
variabel, desain yang sesuai akan menjadi salah satu yang meminimalkan bias dan
memaksimalkan keandalan data yang dikumpulkan dan dianalisis.
Ada beberapa desain penelitian, seperti pengujian
hipotesis eksperimental dan non eksperimental. Desain eksperimental dapat
berupa desain informal (seperti sebelum dan sesudah tanpa kontrol,
setelah-hanya dengan kontrol, sebelum-dan-sesudah dengan kontrol) atau desain
formal (seperti rancangan acak lengkap, desain blok acak, desain kotak Latin,
desain faktorial yang sederhana dan kompleks), di mana peneliti harus memilih
satu untuk proyeknya sendiri.
Penyusunan desain penelitian, sesuai untuk masalah
penelitian tertentu, biasanya melibatkan pertimbangan sebagai berikut :
(i)
sarana untuk
mendapatkan informasi;
(ii)
ketersediaan dan
keterampilan peneliti dan stafnya (jika ada);
(iii)
penjelasan tentang bagaimana cara memperoleh informasi yang dipilih akan
diatur dan penalaran yang mengarah pada pemilihan;
(iv)
waktu yang tersedia untuk penelitian; dan
(v)
faktor biaya yang berkaitan dengan penelitian, yaitu, keuangan tersedia
untuk tujuan tersebut.
4.
Pengumpulan Data
Langkah selanjutnya adalah mengupulkan data
penelitian. Sebelum membahas teknik
pengumpulan data maka ada baiknya kita memahami jenis – jenis data penelitian. Jenis
data penelitian dapat digoloongkan kedalam dua jenis yaitu :
a)
Data Kualitatif
Data
Kualitatif adalah data penelitian yang diperoleh dari pengamatan perilaku
manusia dan alasan yang mengatur perilaku tersebut. Dalam penggunaan data
kualitatif, gejala harus diamati secara holistik karen setiap aspek dari suatu
objek adala satu kesatuan dan kemudian diinterprestasikan. Data kualtatif dapat
diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dan observasi.
b)
Data Kuantitatif
Data
kuantitatif adalah data yang diperoleh dari populasi dan sampel dengan
menggunakan instrumen data dan analisis data yang tetap, konkrit, teramati dan
terukur yang menghasilkan angka – angka yang dapat di uji dengan meode
statistik.
Ada dua sumber data penelitian yaitu :
a)
SumberData Primer
Teknik
pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mengambil data secara langsung pada
obek yang diteliti tanpa melali perantara. Contoh teknik pengumulan data primer
adalah dengan melakukan teknik wawancara langsung, observasi maupun kuisioner.
b)
Sumber Data Skunder
Teknik
pengumpulan data ini dilakukan dengan cara tidak langsung atau mealui media
perantara, dimana data yang diperoleh telah tersedia dan siap diolah secara
langsung. Contoh teknik pengumulan data skunder adalah mengambil data laporan
keuangan yang tersedia pada media misal laporan keuangan di Bursa efek, suku
bunga di Bank Indonesia, hasil survei dari lembaga survey dan lain sebagainya.
Dalam
menghadapi masalah kehidupan nyata, sering ditemukan data yang adatidak
memadai, dan karenanya, perlu untuk mengumpulkan data yang sesuai. Ada beberapa
cara untuk mengumpulkan data yang sesuai yang sangat berbeda dalam konteks
biaya, waktu dan sumber daya lainnya yang ada dalam pembuangan peneliti.
Data primer dapat dikumpulkan baik melalui percobaan
atau melalui survei. Jika peneliti melakukan eksperimen, dia mengamati beberapa
pengukuran kuantitatif, atau data, dengan bantuan yang dia teliti mengenai kebenaran
yang ada dalam hipotesisnya. Tetapi dalam kasus survei, data dapat dikumpulkan
dengan satu atau lebih cara berikut :
i)
Dengan pengamatan (Observasi): Metode ini menyiratkan pengumpulan
informasi dengan cara observasi sendiri oleh peneliti, tanpa mewawancarai
responden. Informasi yang didapat berkaitan dengan apa yang sedang terjadi dan
tidak rumit baik dengan perilaku masa lalu maupun niat atau sikap responden di
masa depan. Metode ini tidak diragukan lagi merupakan metode yang mahal dan
informasi yang diberikan oleh metode ini juga sangat terbatas. Dengan demikian
metode ini tidak sesuai dengan masalah penelitian pada sampel besar.
ii)
Melalui wawancara pribadi: Peneliti mengikuti prosedur yang kaku dan
mencari jawaban atas serangkaian pertanyaan yang telah dikomunikasikan
sebelumnya melalui wawancara pribadi. Metode pengumpulan data ini biasanya
dilakukan dengan cara terstruktur dimana output bergantung pada kemampuan
pewawancara.
iii)
Melalui wawancara via telepon: Metode pengumpulan informasi ini
melibatkan menghubungi responden di telepon itu sendiri. Ini bukan metode yang
sangat banyak digunakan namun memainkan peran penting dalam survei industri di
wilayah maju, terutama ketika survei harus dilakukan dalam waktu yang sangat
terbatas.
iv)
Dengan mengirimkan kuesioner: Peneliti dan responden saling berhubungan
satu sama lain jika metode survei ini diadopsi. Kuesioner dikirim ke responden
dengan permintaan untuk kembali setelah menyelesaikan hal yang sama. Ini adalah
metode yang paling banyak digunakan dalam berbagai survei ekonomi dan bisnis.
Sebelum menerapkan metode ini, biasanya sebuah Studi Percontohan untuk menguji
kuesioner dipilah yang mengungkapkan kelemahan, jika ada, dari kuesioner.
Kuesioner yang akan digunakan harus dipersiapkan dengan sangat hati-hati agar
efektif dalam mengumpulkan informasi yang relevan.
5.
Analisis Data
Setelah
data dikumpulkan, peneliti beralih ke tugas menganalisisnya. Analisis data memerlukan sejumlah
operasi yang terkait erat seperti pembentukan kategori, penerapan kategori ini
ke data mentah melalui pengkodean, tabulasi dan kemudian menarik kesimpulan
statistik. Data yang berat tentu harus dikondensasikan ke dalam beberapa
kelompok dan tabel yang dapat diatur untuk analisis lebih lanjut. Dengan
demikian, peneliti harus mengklasifikasikan data mentah menjadi beberapa
kategori yang dapat digunakan dan bermanfaat. Operasi pengkodean biasanya
dilakukan pada tahap ini dimana kategori data ditransformasikan menjadi simbol
yang dapat ditabulasikan dan dihitung. Mengedit adalah prosedur yang
meningkatkan kualitas data untuk pengkodean. Tabulasi adalah bagian dari
prosedur teknis dimana data rahasia dimasukkan dalam bentuk tabel. Banyak data,
khususnya dalam pertanyaan besar, ditabulasikan oleh komputer. Komputer tidak
hanya menghemat waktu tapi juga memungkinkanmempelajari sejumlah besar variabel
yang mempengaruhi suatu masalah secara simultan. Setelah menganalisa data sebagaimana tersebut di
atas, peneliti berada pada posisi Uji hipotesis, jika ada. Apakah fakta
mendukung hipotesis atau hal itu bertentangan? Ini adalah pertanyaan biasa yang
harus dijawab saat menguji hipotesis. Berbagai tes, seperti uji Chi square,
uji-t, uji-F, telah dikembangkan oleh ahli statistik untuk tujuan tersebut.
Hipotesis dapat diuji melalui penggunaan satu atau lebih tes semacam itu,
tergantung pada sifat dan objek penelitian. Uji hipotesis akan menghasilkan
hipotesis atau menolaknya. Jika peneliti tidak memiliki hipotesis untuk
memulai, generalisasi yang dibuat berdasarkan data dapat dinyatakan sebagai hipotesis
yang akan diuji oleh penelitian selanjutnya di masa yang akan datang.
6.
Interprestasi dan laporan Penelitian
Jika
sebuah hipotesis diuji dan ditegaskan beberapa kali, mungkin bagi peneliti
untuk sampai pada generalisasi, yaitu, untuk membangun sebuah teori.
Kenyataannya, nilai sebenarnya dari penelitian terletak pada kemampuannya untuk
mencapai generalisasi tertentu. Jika peneliti tidak memiliki hipotesis untuk
memulai, dia mungkin berusaha menjelaskan temuannya berdasarkan beberapa teori.
Hal ini dikenal sebagai interpretasi. Proses penafsiran mungkin cukup sering
memicu pertanyaan baru yang pada gilirannya dapat menyebabkan penelitian lebih
lanjut.
Akhirnya, peneliti harus menyiapkan laporan tentang
apa yang telah dilakukan olehnya. Penulisan laporan harus dilakukan dengan
hati-hati mengingat hal berikut :
Tata letak laporannya harus sebagai berikut:
(i) halaman awal;
(ii) teks utama, dan
(iii) materi akhir.
Pada halaman awal laporan harus memuat judul dan
tanggal yang diikuti dengan ucapan terima kasih dan kata pengantar. Kemudian
harus ada daftar isi yang diikuti oleh daftar tabel dan daftar grafik dan
grafik, jika ada, yang diberikan dalam laporan.
Teks utama laporan harus memiliki bagian berikut :
(a) Pendahuluan: Pernyataan tersebut harus berisi
pernyataan yang jelas tentang tujuan penelitian dan penjelasan tentang
metodologi yang diadopsi dalam menyelesaikan penelitian. Ruang lingkup
penelitian beserta berbagai keterbatasan juga harus dinyatakan dalam bagian
ini.
(b) Ringkasan temuan: Setelah pengantar akan muncul
pernyataan dan rekomendasi dalam bahasa non-teknis. Jika temuannya luas, mereka
harus diringkas.
(c) Laporan utama: Bagian utama laporan harus
dipresentasikan dalam urutan logis dan dipecah menjadi bagian yang mudah
dikenali.
(d) Kesimpulan: Menjelang akhir teks utama, peneliti
harus meletakkan hasil penelitiannya dengan lebih jelas dan tepat. Sebenarnya,
ini adalah penjumlahan akhir.
Kriteria
Penelitian Yang Baik
Kriteria penelitian yang
baik adalah penelitian yang memenuhi kaedah metode ilmiah. Sering ditemukan
hasil penelitia menunjukkan percobaan dilakukan untuk menguji hipotesis dan
menemukan hubungan baru. namun kesimpulan yang ditarik berdasarkan data
eksperimen umumnya dikritik karena asumsi salah, eksperimen yang dirancang dengan
buruk, percobaan yang dijalankan dengan buruk atau interpretasi yang salah.
Dengan demikian untuk menghindari hal tersebut peneliti harus memfokuskan semua
perhatian yang mungkin saat mengembangkan desain eksperimental dan harus
menyatakan hanya kesimpulan yang mungkin didasari pada objek penelitian yang
tidak general. Tujuan penyelidikan survei juga dapat memberikan informasi yang
dikumpulkan secara ilmiah untuk dijadikan dasar bagi para peneliti untuk
mendapatkan kesimpulan mereka. Oleh karena itu metode ilmiah harus didasarkan
pada postulat dasar tertentu yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
1 . Ini bergantung pada bukti
empiris;
2 . Menggunakan konsep yang
relevan;
3 . Komitmen hanya untuk
pertimbangan yang obyektif;
4 . Ini mengandaikan netralitas
etis, yaitu hal itu bertujuan tidak lain kecuali hanya
membuat pernyataan yang
memadai dan benar tentang objek populasi;
5 . Hasilnya menjadi prediksi
probabilistik;
6 . Metodologinya diketahui
oleh semua pihak yang berkepentingan untuk pemeriksaan
kritis digunakan untuk
menguji kesimpulan melalui replikasi;
7 . Ini bertujuan untuk
merumuskan aksioma yang paling umum atau yang bisa disebut
sebagai teori
ilmiah.
So,
metode ilmiah mendorong cara prosedur ketat dan impersonal yang didikte oleh
tuntutan logika dan prosedur objektif. Dengan demikian, metode ilmiah
menyiratkan metode objektif, logis dan sistematis, yaitu metode yang bebas dari
bias atau prasangka pribadi, sebuah metode untuk memastikan kualitas yang dapat
ditunjukkan dari fenomena yang dapat diverifikasi, metode dimana peneliti
dipandu oleh aturan penalaran logis, metode dimana penyelidikan berjalan secara
tertib dan metode yang menyiratkan konsistensi internal.
next time kita akan membahas bagaimana membangun sebuah judul penelitian yang baik dan benar.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar