Sabtu, 20 Juli 2019

Proses Penelitian

Proses Penelitian
Proses dalam membangun sebuah penelitian harus memiliki pelatihan yang diperlukan dalam mengumpulkan materi dan mengatur atau mengindeks data, partisipasi dalam pekerjaan lapangan (observasi) bila diperlukan, dan juga melatih teknik pengumpulan data yang sesuai dengan masalah tertentu, dalam penggunaan statistik, kuesioner dan percobaan terkontrol dan dalam mencatat bukti, memilah dan menafsirkannya. Pentingnya mengetahui metodologi penelitian atau bagaimana penelitian dilakukan berawal dari pertimbangan berikut :
            Pertama bagi seseorang yang sedang mempersiapkan dirinya untuk melakukan penelitian, pentingnya mengetahui metodologi penelitian dan teknik penelitiannya. Pengetahuan tentang metodologi memberikan pelatihan yang baik khususnya kepada penelitian baru dan memungkinkan dia melakukan penelitian yang lebih baik. Ini membantu dia untuk mengembangkan pemikiran disiplin atau 'tekad pikiran' untuk mengamati lapangan secara objektif. Oleh karena itu, mereka yang akan melakukan penelitian harus mengembangkan keterampilan menggunakan teknik penelitian dan harus benar-benar memahami logika di baliknya.
2     Kedua Pengetahuan tentang bagaimana melakukan penelitian akan menanamkan kemampuan untuk mengevaluasi dan menggunakan hasil penelitian dengan keyakinan yang masuk akal. Dengan kata lain, kita dapat menyatakan bahwa pengetahuan metodologi penelitian sangat membantu dalam berbagai bidang seperti administrasi pemerintahan atau bisnis, pengembangan masyarakat dan pekerjaan sosial di mana orang-orang semakin dihimbau untuk mengevaluasi dan menggunakan hasil penelitian untuk tindakan.
3     Ketiga, Ketika seseorang tahu bagaimana penelitian dilakukan, maka seseorang mungkin memiliki kepuasan untuk memperoleh alat intelektual baru yang bisa menjadi cara untuk melihat dunia dan menilai setiap pengalaman. Dengan demikian, memungkinkan penggunaan untuk membuat keputusan cerdas mengenai masalah yang menghalangi kita dalam kehidupan praktis pada berbagai titik waktu. Dengan demikian, pengetahuan metodologi penelitian menyediakan alat untuk mengambil sesuatu dalam kehidupan secara objektif.
4     Keempat, Di era ilmiah ini, kita semua berada dalam banyak hal sebagai konsumen hasil penelitian  (jurnal yang di publish) dan kita dapat menggunakannya secara cerdas asalkan kita dapat menilai kecukupan metode yang telah mereka dapatkan. Pengetahuan tentang metodologi membantu konsumen hasil penelitian untuk mengevaluasinya dan memungkinkannya mengambil keputusan rasional.
            Proses penelitian terdiri dari rangkaian tindakan atau langkah yang diperlukan untuk secara efektif melakukan penelitian dan urutan urutan langkah-langkah yang diinginkan secaa sistematis. Bagan yang ditunjukkan pada figur di bawah ini menggambarkan dengan baik proses penelitian.
Penjelasan singkat tentang langkah-langkah proses penelitian di atas :
1.   Masalah penelitian
Masalah penelitian menjadi dasar dilakukannya penelitian, tanpa adanya masalah penelitian tentu saja penelitian tidak akan memiliki arah tujuan dan manfaat yang mendasar.
Figur 4 menunjukkan bagaimana kita dapat merumuskan masalah penelitian yang di awali adanya fenomena masalah. Fenomena merupkan gejala yang ditimbulkan  dari data pengamatan, isu yang berkembang maupun kejadian yang dapat menimbulkan ketertarikan untuk di teliti. Fenomena masalah juga dapat digambarkan dari perilaku atau sikap negatif dari responden yang diamati. Setelah fenomena diketahui maka selanjutnya peneliti dapat menentukan tema apa yang relevan untuk di angkat sesuai dengan fenomena tersebut. Tema atau judul haruslah sistematis terarah dan terukur yang menggambarkan masalah, variabel, model dan objek penelitian. Judul penelitian hendaknya mengacu pada hasil penelitian sebelumnya, sehingga arah dan tujuan penelitian lebih jelas.
Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah –masalah apa saja yang menggambarkan fenomena tersebut. Identifikasi masalah secara eksplisit menjelaskan karakteristik yang dapat diindikasikan timbulnya masalah. Masalah penelitian dapat didefenisikan sebagai suatu penyimpangan yang bersumber dari fenomena (gejala) yang menimbulkan kesenjangan (GAP). Ada dua jenis masalah penelitian, yaitu :
     a)   Masalah yang berkaitan dengan penafsiran atau persepsi
Masalah ini biasanya ditimbulkan dari adanya ragam persepsi yang menimbulkan kesenjangan antara harapan dengan kenyataan atau rencana dengan realisasi maupun adanya penafsiran yang berbeda – beda dari serangkaian teori (aturan, standar/sistem, kebiasaan temuan, dll). Contoh dari masalah ini misalnya dalam Sistem Pengendalian Intern harus memisahkan antara bagian pencatatan, penerimaan dan pelaporan guna menghasilkan laporan yang akurat dan tepat, namun kenyataannya perusahaan tidk melakukan fungsi pemisahan tersebut. Tentu saja hal ini dapat menjadi masalah yang dapat di teliti guna mengkonfirmasi realita dengan teori yang ada. Masalah penelitian juga bisa timbul akibat adanya kesenjangan (GAP) yang bersfat negatif atara rencana dengan capaian, misal perusahaan menargetkan penjualan 1000 unit akan tetapi capaian yang dihasilkan hanya sebesar 700 unit. Hal ini juga bisa menjadi dasar masalah penelitian.
     b)   Masalah yang berhubungan dengan hubungan antar variabel.
Pada masalah ini didasai oleh adanya ketidak tahuan (unknown) atau ketidak pastian hubungan atau rangkaian pengaruh antara sau variabel dengan variabel lainnya. Jenis masalah ini sering dilakukan sebagai pengujian penelitian empiris yang berujuan untuk membuktikan hubungan antar variabel guna menarik kesimpulan yang lebih tepat karena berdasarkan analisa statistik. Contoh dari masalah ini misalkan manajer pemasaran ingin mengambil kebijakan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan penjualan. Maka masalah penelitian yang dapat digali adalah hubungan strategi pemasaran (Product, Price, Promotion, Place, People, Process, Pysical Evoidance) teradap penjualan.
Pada awalnya peneliti harus memilih masalah yang ingin dia pelajari, yaitu, dia harus memutuskan area minat atau aspek umum dari materi pelajaran yang ingin dia teliti. Rumusan topik umum menjadi masalah penelitian yang spesifik, dengan demikian, merupakan langkah pertama dalam penyelidikan ilmiah. Intinya dua langkah dilibatkan dalam merumuskan masalah penelitian, yaitu memahami masalah secara menyeluruh, dan mengulang hal yang sama menjadi istilah yang berarti dari sudut pandang analitis. Cara terbaik untuk memahami masalahnya adalah dengan membicarakannya dengan kolega seseorang atau dengan mereka yang memiliki beberapa keahlian dalam masalah ini. Di lembaga akademik peneliti dapat mencari bantuan dari seorang pemandu yang biasanya merupakan orang yang berpengalaman dan memiliki beberapa masalah dalam penelitian. Seringkali, panduan ini mengemukakan masalah secara umum dan terserah kepada peneliti untuk mempersempitnya dan mengutarakan masalahnya dalam istilah operasional.
Pada unit bisnis swasta atau di organisasi pemerintah, masalahnya biasanya diperuntukkan oleh lembaga administratif yang dengannya peneliti dapat mendiskusikan mengenai bagaimana masalah tersebut muncul dan pertimbangan apa yang terlibat dalam solusi yang mungkin terjadi.
Berdasarkan tujuan penelitian, masalah peneltian juga dapat digolongkan kedalam tiga jenis diantaranya :
   a)   Masalah penelitian yang berkaitan dengan ketidak sesuaian antara teori dengan realitanya. Contohnya karyawan yang bekerja tdak sesuai dengan aturan atau Standar Operating Procedure (SOP) menyebabkan timbulnya masalah kinerja ang rendah.
   b)   Masalah penelitian berkaitan dengan ketidak cocokan antara rencana dengan realisasinya yang bersifat negatif. Contohnya perusahaan merencanakan keuntungan (laba)sebesar 1 juta, namun realisasi yang dihasilkan hanya sebesar 700 rb menyebabkan capaian target tidak tercapai.
   c)   Masalah penelitian yang berkaitan dengan ketidak tahuan yang bersumber dari fenomena. Contohnya adalah perusahaan ingin menerapkan strategi pemasaran dalam meningkatkan minat beli konsumen. Untuk itu perusahaan ingin mengetahui strategi mana yang paling berpengaruh terhadap minat beli, maka ketidak tahuan inilah yang dapat menjadi sumber masalah penelitian yang harus dibuktikan.

1.   Tinjauan Literatur
Setelah masalah diformulasikan, ringkasan singkatnya harus dituliskan. Pada saat ini peneliti harus melakukan telaah literatur yang luas terkait dengan masalah tersebut. Untuk tujuan ini, tinjauan literatur berupa jurnal akademis, proses konferensi, laporan pemerintah, Undang- Undang, buku dll, harus diadopsi tergantung pada sifat masalahnya. Dalam proses ini, harus diingat bahwa satu sumber akan mengarah ke yang lain. Jika ada, yang serupa dengan penelitian sebelumnya harus dipelajari dengan saksama bagaimana penelitian sekarang memiliki kelebihan dari hasil penelitian sebelumnya keaslian penelitian). Tinjauan pustaka yang bagus akan sangat membantu peneliti pada tahap ini. Tinjauan literatur ini kemudian didesain ke dalam kerangka konsep (kerangka berfikir) yang menjelaskan alur tujuan penelitian.
Litratur haruslah jelas dan terarah pada pokok bahasan masalah penelitian agar tujuan penelitian dapat dicapai dengan baik dan benar. Literatur yang bersumber dari jurnal penelitian yang terpublish (indeks scopus, google scholer, SINTA, dll) dapat menjadi acuan dalam mendesain suatu kerangka konsep penelitian.

2.   Formulasi Hipotesis
Setelah survei literatur yang ekstensif, peneliti harus menyatakan secara jelas hipotesis kerja atau hipotesis. Hipotesis kerja (Ha) adalah asumsi sementara yang dibuat untuk menarik dan menguji konsekuensi logis atau empirisnya. Dengan cara seperti inilah hipotesis penelitian dikembangkan sangat penting karena memberikan titik fokus untuk penelitian.
 Hipotesis adalah suatu pernyataan tentang hubungan logis antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan secara kuantitatif, sehingga dapat di uji kebenarannya (Sekaran, 2003).

Hipotesis juga mempengaruhi cara uji yang harus dilakukan dalam analisis data dan secara tidak langsung kualitas data yang dibutuhkan untuk analisis. Pada sebagian besar jenis penelitian, pengembangan hipotesis kerja memegang peranan penting. Hipotesis harus sangat spesifik dan terbatas pada hasil penelitian yang tepat karena harus diuji. Peran hipotesis adalah membimbing peneliti dengan membatasi area penelitian dan membuatnya tetap berada di jalur yang benar. Ini mempertajam pemikirannya dan memusatkan perhatian pada aspek yang lebih penting dari masalah ini. Ini juga menunjukkan jenis data yang dibutuhkan dan jenis metode analisis data yang akan digunakan. Hipotesis haruslah jelas dan terukur dalam menjawab rumusan masalah penelitian. Tidak semua penelitian memerlukan hpotesis dalam menjawab rumusan masalah. Penelitian kualtatif tentu saja tidak harus menggunakan hipotesis karena peneliian ini hanya bersifat penafsiran dan anggapan yang tidak terukur secara jelas sehingga tidak memerlukan hipotesis.
Mengembangkan hipotesis kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan berikut :
    a)   Diskusi dengan rekan kerja dan pakar tentang masalah, asal dan tujuannya dalam mencari solusi.
  b)   Pemeriksaan data dan catatan, jika ada, mengenai masalah kemungkinan kecenderungan, kekhasan dan petunjuk lainnya.
     c)   Kaji ulang studi serupa di bidang studi atau studi tentang masalah serupa; dan
   d)   Investigasi dan eksplorasi yang melibatkan wawancara lapangan asli dalam skala terbatas dengan pihak yang berkepentingan dan individu dengan maksud untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik mengenai aspek praktis dari masalah ini.

 3.   Desain Penelitian
Masalah penelitian yang telah dirumuskan dalam persyaratan yang jelas, peneliti akan diminta untuk menyiapkan desain penelitian, yaitu, dia harus menyatakan struktur konseptual di mana penelitian akan dilakukan. Penyusunan desain semacam itu memudahkan penelitian agar seefisien mungkin menghasilkan informasi maksimal. Dengan kata lain, fungsi desain penelitian adalah untuk menyediakan kumpulan bukti yang relevan dengan pengeluaran usaha, waktu dan uang yang minim. Tapi bagaimana semua ini bisa diraih tergantung pada tujuan penelitian. Tujuan penelitian dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu :
   a)   Eksplorasiadalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menjelajah berhubungan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena itu ada atau tidak. Penelitian eksplorasi digunakan untuk menjawab bentuk pertanyaan “Apakah Y ada/ Tidak?. Misalnya penelitian sederhana di bidang ilmu sosoial. Apakah wanita atau laki-laki memiliki kecenderungan duduk di barisan depan kelas ataukah tidak? Jika diantara salah satu pihak maupun keduanya memiliki kecenderungan tersebut, maka diperoleh sebuah fenomena yaitu akan mendorong sebuah penelitian lebih lanjut.
     b)   Deskripsi
adalah salah satu jenispenelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalahstudy kasus, study korelasi, study perbandingan, study prediksi, study survei. Misalkan peneliti ingn mendeskripsikan hubungan variabel – variabel yang menggambarkkan perilaku atau sifat masalah yang diteliti, bisa bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
     c)   Diagnosis
Penelitian dagnsis bertujuan untuk mengetahui kelemahan – kelemahan siswa serta faktor – faktor penyebabnya. Penelitian ini dapat diartiakn sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Masalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Oleh karena itu, diagnosis masalah hendaknya tidak dilakukan oleh dosen lalu ”ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkan tetapi sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. Pada kenyataannya dosen dapat mengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen.
     d)   Eksperimentasi
Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek selidik. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan.
Desain penelitian yang fleksibel yang memberikan kesempatan untuk mempertimbangkan berbagai aspek masalah dianggap tepat jika tujuan penelitian adalah eksplorasi. Tetapi bila tujuannya adalah deskripsi akurat tentang situasi atau hubungan antara variabel, desain yang sesuai akan menjadi salah satu yang meminimalkan bias dan memaksimalkan keandalan data yang dikumpulkan dan dianalisis.
Ada beberapa desain penelitian, seperti pengujian hipotesis eksperimental dan non eksperimental. Desain eksperimental dapat berupa desain informal (seperti sebelum dan sesudah tanpa kontrol, setelah-hanya dengan kontrol, sebelum-dan-sesudah dengan kontrol) atau desain formal (seperti rancangan acak lengkap, desain blok acak, desain kotak Latin, desain faktorial yang sederhana dan kompleks), di mana peneliti harus memilih satu untuk proyeknya sendiri.
Penyusunan desain penelitian, sesuai untuk masalah penelitian tertentu, biasanya melibatkan pertimbangan sebagai berikut :
(i)    sarana untuk mendapatkan informasi;
(ii)   ketersediaan dan keterampilan peneliti dan stafnya (jika ada);
(iii)  penjelasan tentang bagaimana cara memperoleh informasi yang dipilih akan diatur dan penalaran yang mengarah pada pemilihan;
(iv) waktu yang tersedia untuk penelitian; dan
(v)   faktor biaya yang berkaitan dengan penelitian, yaitu, keuangan tersedia untuk tujuan tersebut.

4.   Pengumpulan Data
Langkah selanjutnya adalah mengupulkan data penelitian.  Sebelum membahas teknik pengumpulan data maka ada baiknya kita memahami jenis – jenis data penelitian. Jenis data penelitian dapat digoloongkan kedalam dua jenis yaitu :
     a)   Data Kualitatif
Data Kualitatif adalah data penelitian yang diperoleh dari pengamatan perilaku manusia dan alasan yang mengatur perilaku tersebut. Dalam penggunaan data kualitatif, gejala harus diamati secara holistik karen setiap aspek dari suatu objek adala satu kesatuan dan kemudian diinterprestasikan. Data kualtatif dapat diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dan observasi.
     b)   Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari populasi dan sampel dengan menggunakan instrumen data dan analisis data yang tetap, konkrit, teramati dan terukur yang menghasilkan angka – angka yang dapat di uji dengan meode statistik.

Ada dua sumber data penelitian yaitu :
     a)   SumberData Primer
Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mengambil data secara langsung pada obek yang diteliti tanpa melali perantara. Contoh teknik pengumulan data primer adalah dengan melakukan teknik wawancara langsung, observasi maupun kuisioner.
     b)   Sumber Data Skunder
Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara tidak langsung atau mealui media perantara, dimana data yang diperoleh telah tersedia dan siap diolah secara langsung. Contoh teknik pengumulan data skunder adalah mengambil data laporan keuangan yang tersedia pada media misal laporan keuangan di Bursa efek, suku bunga di Bank Indonesia, hasil survei dari lembaga survey dan lain sebagainya.

Dalam menghadapi masalah kehidupan nyata, sering ditemukan data yang adatidak memadai, dan karenanya, perlu untuk mengumpulkan data yang sesuai. Ada beberapa cara untuk mengumpulkan data yang sesuai yang sangat berbeda dalam konteks biaya, waktu dan sumber daya lainnya yang ada dalam pembuangan peneliti.
Data primer dapat dikumpulkan baik melalui percobaan atau melalui survei. Jika peneliti melakukan eksperimen, dia mengamati beberapa pengukuran kuantitatif, atau data, dengan bantuan yang dia teliti mengenai kebenaran yang ada dalam hipotesisnya. Tetapi dalam kasus survei, data dapat dikumpulkan dengan satu atau lebih cara berikut :
    i)     Dengan pengamatan (Observasi): Metode ini menyiratkan pengumpulan informasi dengan cara observasi sendiri oleh peneliti, tanpa mewawancarai responden. Informasi yang didapat berkaitan dengan apa yang sedang terjadi dan tidak rumit baik dengan perilaku masa lalu maupun niat atau sikap responden di masa depan. Metode ini tidak diragukan lagi merupakan metode yang mahal dan informasi yang diberikan oleh metode ini juga sangat terbatas. Dengan demikian metode ini tidak sesuai dengan masalah penelitian pada sampel besar.
ii)           Melalui wawancara pribadi: Peneliti mengikuti prosedur yang kaku dan mencari jawaban atas serangkaian pertanyaan yang telah dikomunikasikan sebelumnya melalui wawancara pribadi. Metode pengumpulan data ini biasanya dilakukan dengan cara terstruktur dimana output bergantung pada kemampuan pewawancara.
iii)          Melalui wawancara via telepon: Metode pengumpulan informasi ini melibatkan menghubungi responden di telepon itu sendiri. Ini bukan metode yang sangat banyak digunakan namun memainkan peran penting dalam survei industri di wilayah maju, terutama ketika survei harus dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas.
iv)          Dengan mengirimkan kuesioner: Peneliti dan responden saling berhubungan satu sama lain jika metode survei ini diadopsi. Kuesioner dikirim ke responden dengan permintaan untuk kembali setelah menyelesaikan hal yang sama. Ini adalah metode yang paling banyak digunakan dalam berbagai survei ekonomi dan bisnis. Sebelum menerapkan metode ini, biasanya sebuah Studi Percontohan untuk menguji kuesioner dipilah yang mengungkapkan kelemahan, jika ada, dari kuesioner. Kuesioner yang akan digunakan harus dipersiapkan dengan sangat hati-hati agar efektif dalam mengumpulkan informasi yang relevan.

5.   Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, peneliti beralih ke tugas menganalisisnya. Analisis data memerlukan sejumlah operasi yang terkait erat seperti pembentukan kategori, penerapan kategori ini ke data mentah melalui pengkodean, tabulasi dan kemudian menarik kesimpulan statistik. Data yang berat tentu harus dikondensasikan ke dalam beberapa kelompok dan tabel yang dapat diatur untuk analisis lebih lanjut. Dengan demikian, peneliti harus mengklasifikasikan data mentah menjadi beberapa kategori yang dapat digunakan dan bermanfaat. Operasi pengkodean biasanya dilakukan pada tahap ini dimana kategori data ditransformasikan menjadi simbol yang dapat ditabulasikan dan dihitung. Mengedit adalah prosedur yang meningkatkan kualitas data untuk pengkodean. Tabulasi adalah bagian dari prosedur teknis dimana data rahasia dimasukkan dalam bentuk tabel. Banyak data, khususnya dalam pertanyaan besar, ditabulasikan oleh komputer. Komputer tidak hanya menghemat waktu tapi juga memungkinkanmempelajari sejumlah besar variabel yang mempengaruhi suatu masalah secara simultan. Setelah menganalisa data sebagaimana tersebut di atas, peneliti berada pada posisi Uji hipotesis, jika ada. Apakah fakta mendukung hipotesis atau hal itu bertentangan? Ini adalah pertanyaan biasa yang harus dijawab saat menguji hipotesis. Berbagai tes, seperti uji Chi square, uji-t, uji-F, telah dikembangkan oleh ahli statistik untuk tujuan tersebut. Hipotesis dapat diuji melalui penggunaan satu atau lebih tes semacam itu, tergantung pada sifat dan objek penelitian. Uji hipotesis akan menghasilkan hipotesis atau menolaknya. Jika peneliti tidak memiliki hipotesis untuk memulai, generalisasi yang dibuat berdasarkan data dapat dinyatakan sebagai hipotesis yang akan diuji oleh penelitian selanjutnya di masa yang akan datang.

6.   Interprestasi dan laporan Penelitian
Jika sebuah hipotesis diuji dan ditegaskan beberapa kali, mungkin bagi peneliti untuk sampai pada generalisasi, yaitu, untuk membangun sebuah teori. Kenyataannya, nilai sebenarnya dari penelitian terletak pada kemampuannya untuk mencapai generalisasi tertentu. Jika peneliti tidak memiliki hipotesis untuk memulai, dia mungkin berusaha menjelaskan temuannya berdasarkan beberapa teori. Hal ini dikenal sebagai interpretasi. Proses penafsiran mungkin cukup sering memicu pertanyaan baru yang pada gilirannya dapat menyebabkan penelitian lebih lanjut.
Akhirnya, peneliti harus menyiapkan laporan tentang apa yang telah dilakukan olehnya. Penulisan laporan harus dilakukan dengan hati-hati mengingat hal berikut :
Tata letak laporannya harus sebagai berikut:
(i) halaman awal;
(ii) teks utama, dan
(iii) materi akhir.
Pada halaman awal laporan harus memuat judul dan tanggal yang diikuti dengan ucapan terima kasih dan kata pengantar. Kemudian harus ada daftar isi yang diikuti oleh daftar tabel dan daftar grafik dan grafik, jika ada, yang diberikan dalam laporan.
Teks utama laporan harus memiliki bagian berikut :
(a) Pendahuluan: Pernyataan tersebut harus berisi pernyataan yang jelas tentang tujuan penelitian dan penjelasan tentang metodologi yang diadopsi dalam menyelesaikan penelitian. Ruang lingkup penelitian beserta berbagai keterbatasan juga harus dinyatakan dalam bagian ini.
(b) Ringkasan temuan: Setelah pengantar akan muncul pernyataan dan rekomendasi dalam bahasa non-teknis. Jika temuannya luas, mereka harus diringkas.
(c) Laporan utama: Bagian utama laporan harus dipresentasikan dalam urutan logis dan dipecah menjadi bagian yang mudah dikenali.
(d) Kesimpulan: Menjelang akhir teks utama, peneliti harus meletakkan hasil penelitiannya dengan lebih jelas dan tepat. Sebenarnya, ini adalah penjumlahan akhir.

Kriteria Penelitian Yang Baik
Kriteria penelitian yang baik adalah penelitian yang memenuhi kaedah metode ilmiah. Sering ditemukan hasil penelitia menunjukkan percobaan dilakukan untuk menguji hipotesis dan menemukan hubungan baru. namun kesimpulan yang ditarik berdasarkan data eksperimen umumnya dikritik karena asumsi salah, eksperimen yang dirancang dengan buruk, percobaan yang dijalankan dengan buruk atau interpretasi yang salah. Dengan demikian untuk menghindari hal tersebut peneliti harus memfokuskan semua perhatian yang mungkin saat mengembangkan desain eksperimental dan harus menyatakan hanya kesimpulan yang mungkin didasari pada objek penelitian yang tidak general. Tujuan penyelidikan survei juga dapat memberikan informasi yang dikumpulkan secara ilmiah untuk dijadikan dasar bagi para peneliti untuk mendapatkan kesimpulan mereka. Oleh karena itu metode ilmiah harus didasarkan pada postulat dasar tertentu yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
1   .   Ini bergantung pada bukti empiris;
2   .   Menggunakan konsep yang relevan;
3   .   Komitmen hanya untuk pertimbangan yang obyektif;
4   .   Ini mengandaikan netralitas etis, yaitu hal itu bertujuan tidak lain kecuali hanya     
       membuat pernyataan yang memadai dan benar tentang objek populasi;
5   .   Hasilnya menjadi prediksi probabilistik;
6   .   Metodologinya diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan untuk pemeriksaan 
       kritis digunakan untuk menguji kesimpulan melalui replikasi;
7   .   Ini bertujuan untuk merumuskan aksioma yang paling umum atau yang bisa disebut 
       sebagai teori ilmiah.
      So, metode ilmiah mendorong cara prosedur ketat dan impersonal yang didikte oleh tuntutan logika dan prosedur objektif. Dengan demikian, metode ilmiah menyiratkan metode objektif, logis dan sistematis, yaitu metode yang bebas dari bias atau prasangka pribadi, sebuah metode untuk memastikan kualitas yang dapat ditunjukkan dari fenomena yang dapat diverifikasi, metode dimana peneliti dipandu oleh aturan penalaran logis, metode dimana penyelidikan berjalan secara tertib dan metode yang menyiratkan konsistensi internal.

next time kita akan membahas bagaimana membangun sebuah judul penelitian yang baik dan benar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar