Irawan, SE. M.Si
085261110184
PIN 7500D3D9
Email : irawan.skrip11@yahoo.co.id
Buat temen-temen yang lagi kesulitan dalam menyusun skripsi maupun tesis terus lah berusaha dan jangan meyerah. Jadikan semangat sebagai senjata menembus segala kesulitan, keraguan dan kebingungan tetapi jangan lupa diiringi dengan doa dan belajar.
Belajar itu mudah asalkan dengan niat yang benar. Saya percaya dengan niat yang bersih maka ilmu dan pemahaman akan datang dengan sendirinya.
Jika temen-temen ingin sering mengenai skripsi dan tesis dipersilahkan menuangkan segala unek-unek yang ada. Mudah-mudahan saya dapat membantu temen-temen semua diriningi dengan Bismillah........
Setiap mahasiswa dituntut untuk melakukan penelitian pada akhir semester
Banyak mahasiswa yang sulit untuk memulai sebuah penelitian
Beragam alasan terkemuka
dari sulitnya menemukan masalah sampai dengan kurangnya pemahaman dalam melakukan analisis data penelitiannya.
11. Fenomena
Penelitian
Sebuah penelitian haruslah diawali dengan
munculnya fenomena penelitian. Fenomena penelitian adalah suatu gejala yang
timbul yang menjadi daya magnet untuk di teliti. Fenomena ini bisa dilihat dari
aspek yang dapat di teliti maupun yang tidak dapat di teliti. Fenomena yang
tidak dapat di teliti adalah fenomena yang bersumber dari kondisi yang tidak
dapat terukur, contohnya fenomena terjadinya mendung yang akan dihipotesiskan
akan turun hujan. Dalam hal ini kita tidak dapat mengukur tingkat keakurasian
yang ditimbulkan mendung sebagai dampak turun hujan. Fenomena yang dapat di
teliti tentu saja fenomena yang bersumber dari kondisi yang dapat di ukur,
contohnya adalah fenomena penurunan kinerja keuangan sebagai dampak turunnya harga
saham. Dalam hal ini tentu saja fenomena
ini saling berkorelasi yang dapat di ukur sebab dan akibatnya. Perusahaan
dengan kinerja keuangan yang semakin memburuk tentu saja dapat dihipotesiskan
bahwa harga saham perusahaan juga akan turun, begitu pula sebaliknya.
22. Masalah
Penelitian
Setelah membahas fenomena maka langkah
selanjutnya adalah merumuskan masalah secara sistematis. Masalah dalam
penelitian adalah kondisi dimana terjadinya kesimpang siuran, ketidak cocokan
maupun ketidak tahuan dari subyek yang akan di teliti. Masalah ini dapat dibagi
menjadi tiga bagian yaitu :
a.
Masalah
Kesimpangsiuran
Masalah
ini muncul akibat adanya kesimpang siuran antar teori dengan praktek yang
terjadi, misalnya perusahaan menerapkan kebijakan akuntansi penyusutan aktiva
tetap menggunakan metode garis lurus namun kenyataannya perusahaan justru
menggunakan metode saldo menurun. Disinilah masalah kesimpang siuran itu
terjadi yang dapat di rumuskan ke dalam rumusan masalah.
b.
Masalah
Ketidak Cocokan
Masalah
ini muncul akibat adanya ketidak cocokan antara rencana dengan pencapain,
misalnya bagaimana analisis anggaran pendapatan dapat berjalan efektif. Sebagai
contoh,PT. ABC merencanakan anggaran pendapatannya sebesar 1 jt namun pada
kenyataannya pencapain pendapatan hanya sebesar 500 rb. Di sinilah masalah
ketidak cocokan itu terjadi yang dapat di rumuskan ke dalam rumusan masalah.
c.
Masalah
Ketidak Tahuan
Masalah
ini muncul akibat adanya ketidak tahuan dari fenomena yang muncul, misalnya
apakah kebijakan deviden mempengaruhi harga saham. Hal ini tentu saja masalah
karena relevansi dari teori yang ada saling bertolak belakang. Contohnya Teori Modigiliani
dan Miller (Teori MM) menyebutkan bahwa kebijakan deviden tidak mempengaruhi
harga saham, sedangkan teori Gordon menyebutkan kebijakan deviden mempengaruhi
harga saham. Kedua teori ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar yang
harus di teliti. Disinilah masalah ketidak tahuan itu yang dapat dirumuskan ke
dalam rumusan masalah.
33. Judul
Penelitian
Setelah masalah penelitian ditemukan, maka
langkah selanjutnya adalah menentukan judul penelitian. Judul penelitian itu
sendiri haruslah sesuai dengan tipe masalah dan jenis penelitian yang akan di
teliti. Jenis penelitian itu sendiri menurut eskalasinya dapat dibagi menjadi
tiga yaitu :
a.
Penelitian
Deskriptif
Penelitian
ini merupakan penelitian yang hanya mengklarifikasi atau mengkonfirmasi masalah
penelitian tanpa melakukan pembuktian atau pengujian terhadap masalah
penelitian. Contoh judul penelitian deskriptif misalnya :
-
Analisis
Anggaran Pendapatan Sebagai Alat Bantu Pengawasan Pada...
-
Penerapan
Akuntansi Leasing sebagai Alat Pembiayaan Aktiva Tetap Pada...
b.
Penelitian
Kuantitatif
Penelitian
ini merupakan penelitian yang menguji suatu variabel yang memiliki perlakuan
yang berbeda. Penelitian ini memrlukan alat uji guna menjawab masalh
penelitian. Contoh judul penelitian kuantitatif misalnya :
-
Perbandingan
kinerja keuangan Bank Swasta dengan Bank Pemerintah
-
Perbedaan
Harga Saham Sebelum dan Sesudah Kenaikan Harga BBM
c.
Penelitian
Asosiatif
Penelitian
ini merupakan penelitian yang menguji sebab akibat dari dua variabel yang
berbeda. Variabel yang di teliti terdiri dari variabel bebas dan variabel
terikat. Kedua variabel ini akan di uji pengaruhnya secara signifikan.
44. Kerangka
Konsep Teoritis
Setelah judul penelitian di temukan maka langkah
selanjutnya adalah membangun kerangka teori yang mendukung judul penelitian.
Teori yang digunakan haruslah relevan dengan judul penelitian. Teori ini dapat
di ambil dari leteratur kepustakaan, jurnal, majalah, sumber berita yang
terpercaya dll.
Selamat mencoba.........
Contoh kerangka konsep teoritisnya gimana gan..
BalasHapus