Jumat, 13 Februari 2015

Penelitian Akuntansi dan Keuangan

Irawan, SE. M.Si
085261110184
PIN 7500D3D9
Email : irawan.skrip11@yahoo.co.id

Buat temen-temen yang lagi kesulitan dalam menyusun skripsi maupun tesis terus lah berusaha dan jangan meyerah. Jadikan semangat sebagai senjata menembus segala kesulitan, keraguan dan kebingungan tetapi jangan lupa diiringi dengan doa dan belajar.
Belajar itu mudah asalkan dengan niat yang benar. Saya percaya dengan niat yang bersih maka ilmu dan pemahaman akan datang dengan sendirinya.
Jika temen-temen ingin sering mengenai skripsi dan tesis dipersilahkan menuangkan segala unek-unek yang ada. Mudah-mudahan saya dapat membantu temen-temen semua diriningi dengan Bismillah........

Setiap mahasiswa dituntut untuk melakukan penelitian pada akhir semester
Banyak mahasiswa yang sulit untuk memulai sebuah penelitian
Beragam alasan terkemuka
dari sulitnya menemukan masalah sampai dengan kurangnya pemahaman dalam melakukan analisis data penelitiannya.

11. Fenomena Penelitian
Sebuah penelitian haruslah diawali dengan munculnya fenomena penelitian. Fenomena penelitian adalah suatu gejala yang timbul yang menjadi daya magnet untuk di teliti. Fenomena ini bisa dilihat dari aspek yang dapat di teliti maupun yang tidak dapat di teliti. Fenomena yang tidak dapat di teliti adalah fenomena yang bersumber dari kondisi yang tidak dapat terukur, contohnya fenomena terjadinya mendung yang akan dihipotesiskan akan turun hujan. Dalam hal ini kita tidak dapat mengukur tingkat keakurasian yang ditimbulkan mendung sebagai dampak turun hujan. Fenomena yang dapat di teliti tentu saja fenomena yang bersumber dari kondisi yang dapat di ukur, contohnya adalah fenomena penurunan kinerja keuangan sebagai dampak turunnya harga saham. Dalam hal ini  tentu saja fenomena ini saling berkorelasi yang dapat di ukur sebab dan akibatnya. Perusahaan dengan kinerja keuangan yang semakin memburuk tentu saja dapat dihipotesiskan bahwa harga saham perusahaan juga akan turun, begitu pula sebaliknya.
22.  Masalah Penelitian
Setelah membahas fenomena maka langkah selanjutnya adalah merumuskan masalah secara sistematis. Masalah dalam penelitian adalah kondisi dimana terjadinya kesimpang siuran, ketidak cocokan maupun ketidak tahuan dari subyek yang akan di teliti. Masalah ini dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
a.       Masalah Kesimpangsiuran
Masalah ini muncul akibat adanya kesimpang siuran antar teori dengan praktek yang terjadi, misalnya perusahaan menerapkan kebijakan akuntansi penyusutan aktiva tetap menggunakan metode garis lurus namun kenyataannya perusahaan justru menggunakan metode saldo menurun. Disinilah masalah kesimpang siuran itu terjadi yang dapat di rumuskan ke dalam rumusan masalah.
b.      Masalah Ketidak Cocokan
Masalah ini muncul akibat adanya ketidak cocokan antara rencana dengan pencapain, misalnya bagaimana analisis anggaran pendapatan dapat berjalan efektif. Sebagai contoh,PT. ABC merencanakan anggaran pendapatannya sebesar 1 jt namun pada kenyataannya pencapain pendapatan hanya sebesar 500 rb. Di sinilah masalah ketidak cocokan itu terjadi yang dapat di rumuskan ke dalam rumusan masalah.
c.       Masalah Ketidak Tahuan
Masalah ini muncul akibat adanya ketidak tahuan dari fenomena yang muncul, misalnya apakah kebijakan deviden mempengaruhi harga saham. Hal ini tentu saja masalah karena relevansi dari teori yang ada saling bertolak belakang. Contohnya Teori Modigiliani dan Miller (Teori MM) menyebutkan bahwa kebijakan deviden tidak mempengaruhi harga saham, sedangkan teori Gordon menyebutkan kebijakan deviden mempengaruhi harga saham. Kedua teori ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar yang harus di teliti. Disinilah masalah ketidak tahuan itu yang dapat dirumuskan ke dalam rumusan masalah.
33.  Judul Penelitian
Setelah masalah penelitian ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan judul penelitian. Judul penelitian itu sendiri haruslah sesuai dengan tipe masalah dan jenis penelitian yang akan di teliti. Jenis penelitian itu sendiri menurut eskalasinya dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
a.       Penelitian Deskriptif
Penelitian ini merupakan penelitian yang hanya mengklarifikasi atau mengkonfirmasi masalah penelitian tanpa melakukan pembuktian atau pengujian terhadap masalah penelitian. Contoh judul penelitian deskriptif misalnya :
-          Analisis Anggaran Pendapatan Sebagai Alat Bantu Pengawasan Pada...
-          Penerapan Akuntansi Leasing sebagai Alat Pembiayaan Aktiva Tetap Pada...
b.      Penelitian Kuantitatif
Penelitian ini merupakan penelitian yang menguji suatu variabel yang memiliki perlakuan yang berbeda. Penelitian ini memrlukan alat uji guna menjawab masalh penelitian. Contoh judul penelitian kuantitatif misalnya :
-          Perbandingan kinerja keuangan Bank Swasta dengan Bank Pemerintah
-          Perbedaan Harga Saham Sebelum dan Sesudah Kenaikan Harga BBM
c.       Penelitian Asosiatif
Penelitian ini merupakan penelitian yang menguji sebab akibat dari dua variabel yang berbeda. Variabel yang di teliti terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Kedua variabel ini akan di uji pengaruhnya secara signifikan.
44.  Kerangka Konsep Teoritis
Setelah judul penelitian di temukan maka langkah selanjutnya adalah membangun kerangka teori yang mendukung judul penelitian. Teori yang digunakan haruslah relevan dengan judul penelitian. Teori ini dapat di ambil dari leteratur kepustakaan, jurnal, majalah, sumber berita yang terpercaya dll. 

Selamat mencoba.........

1 komentar: